Pupuk untuk Tanaman Jagung


Seorang petani plasma tampak tersenyum lebar saat melihat pertumbuhan tanamannya yang berumur 80 hari setelah tanam (HST). Tongkol buah berukuran seragam, berjumlah 2-3 tongkol pada tiap batang.

Perkiraan hasil produksi panen kali berkisar antara 17-18 ton perhektar. Biaya produksi tidak mencapai lebih dari 30 persen dari hasil penjualan. Dengan demikian, laba besar yang diperoleh sudah di depan mata. Banyak yang heran dengan kesuksesannya. Ternyata, kuncinya terletak dalam hal pemberian pupuk untuk tanaman jagung yang tepat.

Pemeliharaan dan pemupukan tanaman jagung tidak bisa terpisahkan. Keduanya harus dilakukan secara terpadu. Agar pemeliharaan dan pemupukan dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang bagus, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Tahapan-tahapannya yakni penjarangan dan penyulaman, penyiangan, pembubunan, pemupukan, pengairan dan penyiraman serta penyemprotan obat hama dan penyakit.

Lakukan penjarangan dan penyulaman dengan mempertahankan jumlah tanam tiap lubang hanya dua batang. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meng-optimalkan pemberian pupuk untuk tanaman jagung dengan takaran yang tepat.

Pada masa-masa pertumbuhannya, jaga kondisi tanah bebas dari gulma agar tidak terjadi persaingan dalam penyerapan zat-zat hara di dalam tanah. Terkadang, petani melakukan tindakan pembubunan pada batang tanaman supaya tumbuh kokoh dan tidak mudah rebah.

Pada saat pembubunan ini, para petani dapat berbarengan dengan pemberian pupuk. Umur tanaman kira-kira sekitar 8 minggu. Teknis pembubunan yakni mencangkul tanah di sebelah kanan dan kiri barisan batang tanaman. Arahkan tanah yang dicangkul pada batang tanaman sehingga terbentuk gundukan memanjang.

Terdapat tiga tahapan pemberian pupuk untuk tanaman jagung. Tahap pertama dilakukan pada saat tanam. Tahap kedua diberikan pada tanaman saat berumur 3-4 minggu. Tahap terakhir diberikan pada tanaman saat mulai muncul malai bunga (sekitar 8 minggu).

Dosis pemupukan yang dianjurkan untuk luasan tiap hektar terdiri dari jenis pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, TSP sebanyak 75-100 kg, KCl sebanyak 50-100 kg.

Hal yang perlu diingat oleh petani selama pemeliharaannya, jaga kelembaban tanah jangan sampai terjadi kekurangan air. Terutama saat mulai muncul malai. Jaga pula tanaman dari berbagai serangan hama dan penyakit. Dengan demikian pertumbuhannya akan terlihat bagus dengan produktivitas tinggi.

Selanjutnya : Bagaimana Cara Mengatasi Pesaing Usaha?
Sebelumnya: Profil Penemu Hukum Boyle Sangat Mengagumkan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar