Memberikan Pupuk Yang Benar Untuk Sawit

Pupuk yang benar untuk sawit biasanya diberikan dua atau tiga kali dengan melihat kondisi lahan, banyak pupuk yang diberikan, umur serta kondisi sawit. Pada lahan yang berpasir dan lahan gambut pemupukan dapat dilakukan lebih banyak. Pemupukan yang baik dan efektif adalah saat jumlah curah hujan menurun karena dengan begitu keasaman tanah akan lebih baik serta merangsang daya serap akar. Tujuan dari pemupukan yakni mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi sawit pada setiap musim panen. 

Metode Pemberian Dosis Pupuk

Loading...

Memberikan pupuk yang benar untuk sawit mencakup cara pemupukan dan jumlah dosis pupuk yang diberikan. Kegagalan produksi sawit seringkali disebabkan kesalahan pada proses pemupukan yang mana petani sawit minim pengetahuan mengenai pemupukan yang benar. Berikut adalah beberapa metode pemberian doses pemupukan sawit, yaitu:

  • Metode Tebar. Metode ini dilakukan dengan menebarkan pupuk di sekitar pinggir piringan sawit dengan jarak kurang lebih setengah meter untuk sawit usia muda dan satu hingga dua setengah meter untuk sawit dewasa.
  • Metode Pendam atau Benam. Metode ini dilakukan dengan cara membuat lubang sebanyak empat atau enam lubang pada piringan sawit lalu diisi dengan pupuk. Lalu menutup kembali semua lubang agar terjadi peresapan pupuk. Metode ini cocok pada lahan yang rendah dan rata agar tidak terjadi erosi. Metode ini dapat pula dilakukan cara soil injection yakni memasukan pupuk ke dalam tanah dalam bentuk cair.
  • Furrow application ini merupakan jenis pemupukan di dalam gundukan di pinggir saluran.
  • Stem injection merupakan metode yang dilakukan pemupukan dengan memasukannnya ke dalam batang.
  • Nutritional spray merupakan jenis pemupukan melalui daun.

Penerapan Pemberian Pupuk Secara Manual atau Modern

Penerapan kedua pemberian pupuk yang benar untuk kelapa sawit bisa secara manual atau cara modern. Cara manual adalah menggunakan tenaga manusia misalnya metode benam sedangkan cara modern menggunakan tenaga pesawat atau traktor saat pemupukan menggunakan metode tebar. Keunggulan menggunakan tenaga manusia adalah lebih teliti dan murah biaya.

Pemupukan yang baik dilakukan sebanyak dua kali setiap tahun yakni saat awal musim penghujan dan akhir musim penghujan. Jenis pupuk yang digunakan bisa memakai pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 4 kg per pohon. Penggunaannya bersamaan dengan DSP sebanyak 1 kg per pohon.

Seorang petani sawit harus memiliki pengetahuan secukupnya dalam hal pemupukan karena kekeliruan dalam hal ini berpengaruh sekali terhadap jumlah produksi. Terkadang para petani menyalahkan jenis pupuk yang digunakan lalu mengganti dengan jenis pupuk lain. Tetapi sebenarnya yang terpenting adalah mengetahui cara memberikan pupuk yang benar untuk sawit.

Loading...
Selanjutnya : Proses Terjadinya Hallo Matahari
Sebelumnya: Lagu Lagu yang Bersangkutan dengan Pelajaran Bahasa Indonesia SD
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar