Rangkuman Sistem Politik yang Dianut di Berbagai Negara


Setiap negara punya sistem politik yang mungkin berlainan. Hal ini sangat wajar karena sistem ini dipengaruhi berbagai hal yang terjadi pada masing-masing negara, yang belum tentu dirasakan pula oleh negara lain. Misalnya, Uni Soviet yang sebelum pecah menerapkan sistem komunis antiTuhan tidak cocok diterapkan di Indonesia yang agamis. Rangkuman sistem politik yang dianut di berbagai negara akan bisa menunjukkan perbedaan itu.

Sistem politik kerap dikaitan dengan masa lalu perjuangan dari sebuah bangsa dan perkembangan dalam bidang politik yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu, sistem politik tidak lepas dari pengaruh ideologi, kepribadian suatu bangsa, sosial budaya, sampai perekonomian. Semua menyatu membentuk sistem politik yang khas. Berikut ini rangkuman sistem politik yang dianut di berbagai negara.

Sistem Politik di China

China mulai menerapkan ideologi komunis sejak tumbangnya dinasti Cing di tahun 1949. Lantas berdirilah sebuah negara dengan nama Republik Rakyat China. Pemerintah dipegang oleh Partai Komunis China, mereka merupakan kelas pekerja.

Karena pemerintah adalah jelmaan dari Partai Komunis, maka otomatis pemimpin partai tersebut menjadi kepala negara. Sementara itu, penyelenggara pemerintahan dilakukan oleh sekretaris jendral Partai Komunis China. Posisi ini setara dengan perdana menteri.

Sekalipun hanya dikuasai satu partai, China memiliki badan legislatif yang berada di bawah Kongres Rakyat Nasional. Namun, anggotanya tetap kebanyakan dari Partai Komunis China. Sementara peran yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung China yang menjadi pengadilan rakyat.

Sistem Politik di Inggris

Awalnya Kerajaan Inggris memiliki kekuasaan yang absolut. Namun, sejak ada tekanan dari rakyat dan ditandatanganinya Piagam Magna Charta 1215, disepakati hak dan kewajiban  raja yang berlaku hingga sekarang. Dalam perkembangannya Inggris memiliki

The Great Council yang menjadi awal berkembangnya sistem parlementer di negara itu. Namun, Inggris menerapkan sistem parlementer berbasis liberalis. Artinya, negara memberikan kebebasan kepada tiap individu secara luas. Sistem ini diadopsi pula oleh beberapa negara di wilayah barat Eropa.

Keberadaan raja atau ratu tetap diakui hanya sebagai simbol. Pemerintahan dijalankan langsung oleh perdana menteri yang dipilih melalui pemilihan umum. Partai yang berkembang pesat ada dua, yaitu Partai Buruh dan partai Konservatif.

Secara umum sistem politik komunis dan liberal mendominasi dan memengaruhi sistem politik di berbagai negara. Indonesia sendiri sistem politiknya menggabungkan dari berbagai sistem politik dan tidak terpaku untuk menerapkan salah satu jenis mainstream.

Sistem politik di Indonesia kerap disebut demokrasi Pancasila yang konon lebih sesuai dengan karakter bangsa ini. Rangkuman sistem politik yang dianut di berbagai negara ini semoga membantu memahami sistem politik besar yang memengaruhi dunia.

Selanjutnya : Rata-rata Gaji Pegawai Baru Pertamina
Sebelumnya: Ramalan Jayabaya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar