Reaksi Destruksi Protein


Didalam kimia atau pun fisika, banyak terjadi proses dan reaksi, termasuk reaksi destruksi protein. Proses tersebut biasanya digunakan untuk meneliti, terlebih  untuk meneliti kandungan suatu makanan. Reaksi ini sudah banyak yang menggunakan, terutama jika ingin membuktikan ada atau tidaknya kandungan protein di dalam makanan pokok atau pun kacang-kacangan.

Destruksi Protein

Protein banyak dikandung oleh telur dan jenis makanan  lainnya. Disamping  itu juga banyak dikandung oleh kacang-kacangan. Dan untuk mengetahui makanan lain yang mengandung protein, maka harus dilakukan destruksi protein.

Yang dimaksud dengan proses destruksi sendiri adalah proses dipanaskannya asam sulfat yang pekat, sehingga menjadi terurai. Unsur-unsur yang dapat terurai karena proses tersebut adalah meliputi unsur C, H, dan O. selain itu pemanasan juga akan menghasilkan unsur N, S, dan juga P.

Unsur-unsur tersebut mempunyai fungsi masing-masing. Misalnya saja pada unsur N, unsur tersebut digunakan untuk dapat membentuk menentukan seberapa besar kandungan protein yang akan diteliti. Misalnya saja, terdapat 100 mg bahan makanan berupa kedelai, tepung terigu.

Kemudian dua jenis bahan mekanan tersebut ditambah dengan katalisator N 0,5-1 gram. Sesudah itu tinggal dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan ukuran yang cukup untuk memasukkan semua bajan tersebut.

Sedangkan pada reaksi destruksi protein, destruksi berfungsi dan juga bekerja berdasarkan pada prinsip yang diterapkan pada lemari asam. Tak heran, akan muncul gas yang sangat menyengat pada proses destruksi. Gas tersebut muncul karena beberapa faktor, terutama lemari asam. Yang harus diperhatikan, gas tersebut dapat membahayakan kesehatan dan juga nyawa manusia, jika dihirup.  Maka pada saat proses tersebut dilakukan, harus menggunakan alat pengaman, seperti masker, sarung tangan, dan lain sebagainya.

Proses destruksi tidak memerlukan waktu yang sangat lama.  Proses tersebut telah selesai dilakukan, jika larutan sudah berubah warna berwarna jernih. Larutan tersebut dapat berubah menjadi jernih, dikarenakan partikel yang ada sudah habis tak tersisa. Setelah semua proses tersebut selesai, tinggal menunggu dingin dan hasil pun akan segera diperoleh.

Destruksi Protein

Selanjutnya : Real Madrid Juara Liga Champion 1999/2000
Sebelumnya: Tips Memilih Rc Drif di Bawah 1 Juta
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar