Metanol Reaksi Kimia Penghasil Gas


Reaksi kimia penghasil gas terjadi pada senyawa kimia metanol. Metanol yang memiliki rumus kimia CH3OH merupakan bentuk dari alkohol yang paling sederhana. Biasanya metanol digunakan sebagai bahan untuk pendingin anti beku, bahan pelarut, dan bahan bakar. ia berbentuk cair, ringan tidak berwarna, dan mudah menguap serta terbakar.

Metanol merupakan senyawa kimia yang beracun dan memiliki bau yang khas, diproduksi secara alami yaitu oleh metabolism anaerobic dengan bantuan bakteri, yang menghasilkan uap dalam jumlah kecil di udara. Setelah beberapa hari dengan bantuan sinar matahari metanol akan teroksidasi oleh oksigen menjadi senyawa karbondioksida dan air. Api yang dihasilkan oleh metanol tidak berwarna dan tidak terlihat.

Kegunaan Metanol

Metanol umumnya digunakan sebagai bahan bakar. Penggunaan metanol sebagai bahan bakar terbatas, karena sifatnya yang tidak mudah terbakar dibandingkan dengan bensin. Metanol juga digunakan untuk campuran utama bahan bakar. Metanol digunakan juga sebagai bahan pelarut dan sebagai bahan antibeku dan fluida untuk mencuci kaca mobil.

Reaksi Kimia

Reaksi kimia penghasil gas sintesis saat ini umumnya dihasilkan dari bahan metana yang merupakan gas alam. Proses yang dilakukan untuk tujuan komersial adalah:
1. Metana akan menghasilkan gas dengan tekanan sedang yaitu 1 sampai 2MPa dan dengan temperatur tinggi sekitar 8500 akan mengalami reaksi dengan uang air, katalis nikel, Reaksi kimianya adalah:

CH4 + H2O CO + 3H2

Reaksi tersebut dinamakan Stream-Methane Reforming (SMR).

2. Metana akan menghasilkan gas dengan cara mengalami oksidasi parsial dengan molekul oksigen. Reaksi kimianya adalah:

2CH4 + O2 2CO + 4 H2

Reaksi tersebut adalah reaksi ekstromik dan juga panas yang hasilnya dapat digunakan secara in-situ untuk menggerakkan reaksi stea-methane reforming. Jika dikombinasikan disebut autothermal reforming. Dengan menggunakan reaksi perpindahan air dan gas CO dan H2 bisa diatur.

CO + H2O CO2 + H2

Reaksi kimia tersebut digunakan untuk menghasilkan stoikiometri yang sesuai dengan sintesis methanol.

3. Kemudian karbon monoksida dan hidrogen akan bereaksi untuk menghasilkan metanol, bisa dengan campuran tembaga, alumina dan seng oksida. Reaksi kimianya adalah:

CO + 2 H2 CH3OH

4. Setiap gas sintesis dan metana akan menghasilkan 3 mol hidrogen untuk setiap mol karbon monoksida, sedangkan pada sintesis metanol memerlukan dua mol hidrogen untuk setiap mol karbon monoksida.

Salah satu cara mengatasi kelebihan hidrogen adalah dengan cara melakukan injeksi ke dalam reaksi sintesis metanol. Seperti pada reaksi kimia berikut ini:

CO2 + 3 H2 CH3OH + H2O

Demikian pembahasan singkat mengenai senyawa kimia metanol yang memiliki reaksi kimia penghasil gas. Semoga dapat menambah informasi pembaca.

Selanjutnya : Resep Bubur Kacang Hijau Tanpa Santan
Sebelumnya: Pandangan Woodward terhadap Teori Organisasi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar