Ringkasan Kisah Nabi Nuh AS


Kisah Nabi Nuh adalah salah satu kisah yang paling terkenal sepanjang masa. Dalam Islam, Nabi Nuh merupakan Nabi yang diberikan wahyu kenabian oleh Allah pada masa kekosongan di antara dua rasul. Manusia di zaman itu telah melupakan ajaran para Nabi dan Rasul, serta tidak lagi mengingat Allah sebagai Tuhan mereka. Para umat manusia ini telah meninggalkan amal kebajikan dan mereka kembali melakukan kemaksiatan.

Kisah Nabi Nuh

Dalam ringkasan kisah Nabi Nuh AS, Nabi Nuh melakukan dakwah agar kaumnya yang telah jauh tersesat dapat kembali ke jalan yang benar.  Para kaum yang menyembah berhala dapat kembali kepada Allah dan menjalankan semua ajaranNya, serta meninggalkan segala kemaksiatan dan kemungkaran.

Akan tetapi, semua itu seolah sia-sia karena mereka tidak mau meninggalkan kenikmatan duniawi yang telah dipenuhi hawa nafsu. Walaupun Nabi Nuh terus melakukan dakwah dengan sekuat tenaga, bijaksana, sabar, cakap pada siang dan malam hari, namun ia hanya menerima ejekan dan hinaan. Bahkan mereka bersekongkol untuk menghentikan dakwah Nabi Nuh.

Usaha dan dakwah Nabi Nuh dilakukan selama sembilan ratus lima puluh tahun, akan tetapi para kaum tersebut tidak juga mau kembali beribadah kepada Allah. Bahkan anak dari Nabi Nuh juga menjadi salah satu dari kaum tersebut. Akhirnya Allah mengeluarkan perintah agar nabi Nuh membuat sebuah kapal besar. Nabi Nuh beserta pengikutnya mulai untuk mengumpulkan berbagai bahan yang mereka butuhkan, dan segera membuat kapal. Lokasi pembuatan kapal itu pun dilakukan sejauh mungkin dari kota dan keramaian. Mereka bekerja siang malam tanpa henti untuk membuat kapal tersebut.

Selesailah kapal buatan Nabi Nuh, dan keluarlah perintah Allah agar Nabi Nuh membawa serta pengikutnya beserta dua pasang dari tiap jenis makhluk yang ada di dunia. Maka Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah untuk membawa pengikut beserta para makhluk untuk naik ke kapalnya dan menunggu apa yang terjadi setelah itu.

Dalam ringkasan kisah Nabi Nuh AS diceritakan bila hujan pun turun dengan derasnya dan terjadi banjir besar, air bah yang menggenangi seluruh daratan dan menenggelamkan kota beserta umat yang kafir. Tidak ada yang bisa melindungi diri kecuali Nabi Nuh dan para awak kapalnya. Mereka diselamatkan oleh Allah dan kemudian menemukan daratan yang tinggi dan memulai hidup baru dari awal.

Selanjutnya : Meningkatnya Indonesia di Peringkat Pertahanan Dunia
Sebelumnya: Langkah-Langkah dalam Menulis Artikel
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar