Riwayat Hidup Chairil Anwar


Sinopsis        :

Pujangga atau seorang yang dapat melukiskan sesuatu melalui puisi di Indonesia memang jarang dikenal. Namun, siapa yang tidak mengenal karya Chairil Anwar . Kita mungkin salah satu penggemar pujangga yang satu ini. Bagaimana sebenarnya riwayat hidup pujangga yang memiliki berbagai karya fenomenal ini? Berikut ulasannya.

Isi            :

Banyak pujangga besar di Indonesia yang masih dikenang sampai sekarang. Salah satu pujangga besar yang dilahirkan di Indonesia adalah Chairil Anwar. Riwayat hidup Chairil Anwar dimulai dari Medan, Sumatera Utara, Di dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1922. Dia masih memiliki ikatan saudara dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.

Chairil Anwar sempat mengenyam pendidikan dasari di Hollandsch-Inlandsche School. Namun sudah sejak umur 14 tahun dia telah bertekad untuk menjadi seniman. Walau tidak berpendidikan resmi yang tinggi, namun dia mampu berbahasa asing seperti Belanda, Jerman, dan Inggris.

Chairil muda pindah ke Jakarta bersama Ibunya pada usia 19 tahun. Pada usia 20 tahun naman Chairil mulai dikenal. Puisinya mulai dimuat dalam Majalah Nisan pada tahun 1942. Puisinya banyak merujuk pada hal yang berhubungan dengan kematian. Puisinya dianggap banyak kemiripan dengan karya sastrawan barat. Hal ini tidak mengherankan karena Chairil banyak membaca karya pengarang barat seperti W.H. Auden, Rainer Maria Rilke, Hendrik Marsman, J. Slaurhoff, Archibald MacLeish, dan Edgar du Perron.

Kecemerlangan Chairil dalam berpuisi tidak diimbangi dengan kesehatan fisiknya. Sebelum memasuki umur 27 tahun, Chairil telah diserang berbagai penyakit. Dia meninggal pada usia muda di Jakarta pada tanggal 28 April 1949. Penyebabnya diperkirakan karena penyakit TBC. Seorang kritikus sastra Indonesia adal Belanda, A. Teeuw mengungkapkan bahwa Chairil seperti telah merasa akan mati muda. Hal ini banyak ditunjukkan puisi-puisinya yang banyak bertema kematian, terutama puisi yang berjudul “Jang Terampas dan Jang Putus”.

Selama masa aktifnya, Chairil telah menelurkan sekitar 94 karya, termasuk 70 buah puisi. Kebanyakan dari karyanya ini baru diterbitkan setelah kematiannya. Salah satu yang paling terkenal dari karya Chairil Anwar adalah Aku dan Krawang Bekasi. Puisi ini melambangkan semangat yang menggelora dalam mewujudkan kemerdekaan dan melawan penjajahan. Namun oleh kebanyakan kritikus,tema kedua puisi ini sebenarnya bukan tema umum dari mayoritas puisi Chairil. Walau begitu, Chairil Anwar tetap dikenang sebagai salah satu pujangga terbesar pada masa pujangga baru.

Selanjutnya : Rumah Joglo - Rumah Tradisional Jawa Tengah
Sebelumnya: Resep Tradisional Merawat Wajah dengan Jeruk Nipis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar