Jual Beli Saham Haram atau Halal?


Sebagian besar masyarakat muslim masih saja bertanya-tanya mengenai jual beli saham haram apa halal, semua itu dikarenakan belum ada fatwa MUI yang menegaskan soal ini. Selama belum ada fatwa MUI yang jelas maka hukum dari jual beli saham ini menjadi simpang siur. Sebagian orang menganggap main saham itu halal, dan sebagian besar menganggap haram.

Saham dalam Islam

Bagi sebagian orang yang mengganggap saham itu halal mereka berkeyakinan bahwa bila tidak ada aturan atau dalil yang melarang suatu hal yang bersifat muamalah, maka bisa dipastikan hukumnya adalah halal. Pada masa Nabi belum ada pihak yang memilih saham sebagai bisnisnya, maka bisa dikatakan bahwa transaksi saham ini sah-sah saja dilakukan di masa modern ini, asalkan manfaat cukup besar dibanding kerugian.

Hal-hal yang bersifat spekulatif dilarang dalam Islam karena semua itu cenderung bermuara sebagai judi, sedangkan saham sangat spekulatif yang menyebabkan pelaku jual beli saham bagai bermain judi. Kecuali bila tanpa terjadinya jual beli barang yang spekulatif itu bisa menghentikan kehidupan yang sedang berjalan.

Selain itu jual beli saham pun begitu rawan dengan penipuan. Telah banyak kasus yang terjadi sehingga pelaku saham memilih untuk bunuh diri ataupun membunuh kliennya karena ia merasa rugi. Jual beli yang baik adalah yang bisa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat banyak. Namun pada jual beli saham pada kenyataannya hanya pengusaha-pengusaha kaya yang berkutat di dalamnnya dan tidak ada sedikit pun manfaat yang di dapat oleh para fakir miskin darinya.

Meskipun kemudian MUI belum pula menetapkan hukum yang pasti akan kehalalan dan keharaman jual beli saham. Pada akhirnya MUI merilis kumpulan saham berbasis syariah di Bursa Efek Indonesia. Dengan memiliki saham sebuah perusahaan yang listing di Bursa efek indonesia, artinya Anda juga memiliki perusahaan tersebut.

Keuntungan perusahan juga akan dibagi ke semua pemegang saham. Sedang risikonya, jika perusahaan mengalami performa yang menurun atau menderita kerugian, akan berefek pada turunnya harga saham di bursa, pembagian dividen berkurang atau malah tidak dibagikan sama sekali.

Dengan adanya hal ini maka bisa dikatakan jual beli saham haram jika investor melakukannya atas dasar mengharapkan keuntungan berlipat ketika harga saham tersebut naik. Harapan dalam bidang ini sama dengan spekulasi, yang tidak beda jauh dari judi.

Selanjutnya : Deskripsi Tentang Pacaran di Usia Dini
Sebelumnya: Membuat Kerangka Makalah Tsunami di Aceh dan Nias
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar