Salam Pembuka Story Telling Yang Menarik


Pengertian story telling adalah cara menyampaikan informasi yang mendidik dengan menggunakan cerita, baik itu diperagakan dengan alat bantu ataupun tidak. Biasanya yang menjadi sasaran story telling adalah anak-anak balita. Untuk bercerita, apalagi dengan anak-anak kecil tentu harus memiliki bahasa yang menarik untuk didengarkan, termasuk salam pembuka story telling yang harus mampu membuat anak-anak tertarik mendengar lebih lanjut.

Selain menyampaikan informasi yang mendidik, manfaat story telling juga bisa sebagai:

1. Alat komunikasi yang menarik,
2. Saat bercerita anak-anak akan mendengarkan dan daya otaknya akan terangsang untuk berpikir
3. Jika bercerita tanpa alat peraga, maka otak si anak akan membayangkan sesuai imajinasi mereka.
4. Sarana meningkatkan sistem komunikasi
5. Melatih ketangkasan

Dalam bercerita, ada beberapa teknik story telling yang bisa dipraktekkan. Seperti  bercerita dengan kertas, bercerita secara spontan, bercerita dengan memaparkan gambar, bercerita dengan gerakan-gerakan, dan sebagainya.

Sebelum memulai story telling, ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan. yaitu tahap mempersiapkan, tahap proses bercerita, dan tahap selesai bercerita. Dalam tahap proses bercerita, ada beberapa hal yang dapat mendukung agar story telling menjadi menarik, antara lain:

1.    Tatapan mata
2.    Ekspresi saat bercerita
3.    Pergerakan badan yang sesuai dengan cerita
4.    Perubahan suara pada setiap tokoh
5.    Nada atau intonasi yang menarik
6.    Adanya peraga yang mampu membuat anak-anak semakin berimajinasi

Satu lagi yang mampu menjadi daya tarik proses story telling, yaitu salam pembuka story telling itu sendiri. Coba sesuaikan siapa pendengarnya dan salam pembuka seperti apa yang cocok. Misal, untuk anak-anak balita kata “Hai teman-teman…” atau “Halo… apa kabar teman-teman?” akan lebih enak didengar dan memacu anak-anak untuk menjawab.

Kini, sudah banyak sekolah atau taman pendidikan yang menggunakan sistem story telling. Kekuatan story telling terletak pada cara bercerita. Tentunya harus banyak referensi buku bacaan dan menonton siaran sejenis agar cerita yang dibawakan menarik perhatian.

Metode story telling ini sangat berpengaruh terhadap kecerdasan verbal, terutama pada anak-anak yang akan masuk sekolah, karena umumnya anak-anak usia dini akan lebih mudah menyerap informasi yang mereka dengar dan lihat, daripada yang mereka baca.

Jadi buatlah suasana proses story telling yang menarik mulai dari salam pembuka story telling hingga akhir cerita.

Selanjutnya : Komponen CPU Ialah?
Sebelumnya: Lowongan CPNS Jateng
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar