Sayuran Supaya Bebas dari Zat Kimia

Vitamin dan mineral merupakan zat makanan yang diperlukan tubuh selain karbohidrat, protein dan lemak agar dapat beraktivitas secara normal. Sayuran supaya bebas dari zat kimia merupakan sumber vitamin dan mineral alami yang perlu dikonsumsi setiap hari. Namun, bagaimana jika buah dan sayur yang dikonsumsi ternyata mengandung sisa-sisa zat kimia pestisida sebagai sarana mematikan hama tanaman.

Penggunaan Pestisida

Penggunaan pestisida menggunakan alat spray atau semprot memang terbukti mampu mematikan hama tanaman baik berupa bekicot, larva, ulat maupun dalam bentuk telur hama. Namun residu pestisida yang menempel pada daun dan buah yang biasa kita konsumsi langsung dalam bentuk sayuran dan buah-buahan sangat berbahaya bagi tubuh.

Tentunya buah-buahan yang rawan menyimpan sisa pestisida. Terutama adalah buah yang dikonsumsi bersama kulit dan dalam pemeliharaan di perkebunan sering menggunakan pestisida seperti apel, anggur, stroberi, tomat, mentimun.

Sedangkan sayuran lebih banyak lagi jenisnya yang mudah terkontaminasi oleh sisa pestisida seperti sawi, kentang, wortel, bayam, buncis, buah kol, bit, pokcoy. Menurut penelitian pestisida ternyata tidak hanya menempel pada bagian luar tanaman. Namun juga dapat terserap ke dalam akar dan batang artinya seluruh bagian pohon sayur dan buah rawan terkontaminasi pestisida tersebut.

Pestisida merupakan racun bagi tubuh, jika pada hama tanaman ia bisa menimbulkan kematian maka tentu kerja pestisida adalah menyebabkan kerusakan pada tubuh organisme. Semakin banyak pestisida menumpuk dalam tubuh semakin besar pula bahaya yang ditimbulkannya. Lalu bagaimana caranya agar sayuran bebas dari zat kimia?

Untuk membersihkan sayuran supaya bebas dari zat kimia dan buah dari pestisida ada trik tersendiri. Yaitu dengan mencuci buah dan sayur di bawah air bersih yang mengalir, bersihkan secara teliti hingga ke bagian pangkal daun atau bagian pucuk buah, hindari merendam karena akan menyimpan pestisida tetap menempel pada kulit buah dan sayur. Serta pastikan mencuci buah dan sayur tersebut dalam keadaan utuh belum dipotong-potong.

Sebab mencuci setelah memotong mungkin tidak seefektif saat sayur masih dalam keadaan utuh. Pisau yang digunakan memotong bisa jadi telah terkontaminasi sisa pestisida pada kulit buah dan sayur dan dengan memotong terlebih dahulu sama halnya dengan memindahkan residu pestisida masuk ke dalam daging buah.

Dewasa ini mulai diproduksi sabun pencuci piring yang tidak mengandung SLS (Sodium Laureth Sulfat, bahan yang terdapat pada sabun, shampoo dan kosmetik) juga dapat dipergunakan membersihkan buah dan sayur secara lebih menyeluruh. Namun lebih disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayuran organik yang dalamn pertumbuhannya tidak menggunakan pestisida buatan pabrik yang menjadi momok bagi kesehatan tubuh.

Buah dan sayur organik dikembangbiakkan di sebuah lahan terbatas dan memanfaatkan langkah-langkah dan pestisida alami dalam penanggulangan hama. Meskipun harganya sedikit lebih mahal namun hati konsumen tidak lagi was-was memikirkan cara bagaimana sayuran supaya bebas dari zat kimia.

Selanjutnya : Bagaimana Cara Mengatasi Perokok Balita?
Sebelumnya: Apa Nama Sekolah Penerbangan yang Ada di Tangerang?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...