Sejarah Agresi Militer Belanda II


Sejarah Agresi Militer Belanda 2

Sejarah agresi militer Belanda 2 tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Yogyakarta sebagai ibukota RI pada saat itu. Sejak awal Indonesia merdeka, Belanda memang tidak mengakui kemerdekaan ‘budak’ jajahannya ini.

Terbukti bahwa Belanda benar-benar mengakui kemerdekaan RI setelah puluhan tahun RI merdeka. Inilah kelicikan Belanda yang sangat jelas.

Aksi Pengeboman

Agresi militer Belanda 2 diawali dengan serangannya di Maguwo, pangkalan udara di Yogyakarta. Serangan ini artinya bahwa Belanda mengatakan tidak mau lagi mengikuti apa yang telah disepakati pada Perjanjian Renville.

Belanda benar-benar ingin mendapatkan Republik Indonesia lagi. Mereka merasa begitu kehilangan sumber dana dan sumber-sumber kekayaan lainnya.

Kali ini agak sulit bagi Belanda menjinakkan bangsa Indonesia yang telah memproklamirkan kemerdekaannya. Selain itu, pemikiran dan pandangan politik negara-negara lain pada saat itu terhadap penjajahan sudah tidak sama seperti sebelum abad ke-20.

Agresi militer Belanda 2 itu memang sempat membuat semua pejabat bangsa ini menjadi tidak berdaya.

Mereka ditangkapi termasuk pucuk pimpinan nasional Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir. Tetapi bangsa ini tetap harus mempunyai ibukota.

Untuk itulah Sjafruddin Prawiranegara diperintahkan untuk membentuk pemerintahan darurat RI di Sumatera Barat. Inilah fakta sejarah yang mungkin tidak banyak diketahui oleh generasi muda.

Ibukota RI itu pernah berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta lalu ke Sumatera Barat dan balik lagi ke Jakarta. Kalau sekarang ada wacana memindahkan ibukota negara, hal ini masuk akal juga.

Berusaha Membuat Dunia Tahu

Belanda seolah merasa bahwa serangannya kali ini mampu melumpuhkan RI walaupun mereka tetap ragu. Jenderal Sudirman bukan orang sembarangan.

Meski dalam keadaan sakitm ia tetap memberikan perlawanan dalam perang ini. Strategi perang jenderal satu ini tidak perlu diragukan lagi. Usianya memang tergolong muda untuk ukuran saat ini, namun, pengalaman dan pengetahuannya luar biasa.

Tidak salah kalau apa yang telah dilakukan oleh Belanda pada tanggal 19 Desember 1948 itu dibalas dengan serangan balik yang tidak tanggung-tanggung.

Inilah bukti kalau TNI itu masih ada dan masih menjadi perisai bangsa. Sejarah mencatat bahwa kota Yogyakarta bisa direbut kembali walaupun hanya 6 jam.

Peristiwa yang terkenal dengan sebutan Serangan Satu Maret ini membukakan mata dunia kalau sejarah agresi militer Belanda 2 berakhir dengan kemenangan di pihak RI.

Selanjutnya : Detail Posisi Kaki Pada Saat Lompat Jauh
Sebelumnya: Persamaan Zodiak Sagitarius dengan Zodiak Cancer
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar