Sejarah Gereja Katedral Santa Maria Pelindung yang Diangkat ke Surga


Menurut sejarah Gereja Katedral Santa Maria Pelindung yang diangkat ke surga, gereja ini tak lepas dari dari campur tangan Belanda dan merupakan salah satu peninggalan Belanda yang masih bisa dilihat hingga kini.

Indonesia memiliki gereja-gereja yang menyimpan sejarah. Gereja-gereja ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda dan memiliki arsitektur yang unik. Gereja-gereja seperti ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti di Malang, Yogyakarta, Jakarta dan di beberapa tempat lainnya. Salah satu gereja yang menarik untuk diamati adalah Gereja Katedral di Jakarta.

Sejarah Gereja Katedral

Menurut sejarah Gereja Katedral Santa Maria Pelindung yang diangkat ke surga, gereja ini diresmikan pada 1901. Gereja yang terletak di Jalan Katedral No.2 Jakarta Pusat ini merupakan hasil rancangan dari seorang pastor bernama Pastor Antonius Dijkmans.

Gereja Katedral ini mempunyai nama resmi berbahasa Belanda yakni “De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming”. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia, nama Gereja Katedral ini berarti “Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga”.

Tidak hanya dari sejarahnya yang menarik untuk disimak, arsitektur Gereja Katedral ini pun sungguh memikat. Gereja Katedral ini memiliki nuansa Eropa yang begitu kental dengan tiga buah menara yang masih berdiri kokoh.

Ketiga menara tersebut masing-masing memiliki nama yakni Menara Gading, Menara Benteng Daud dan Menara Angelus Dei. Istimewanya, bagian bawah menarik secara khusus didatangkan dari negeri Belanda. Sedangkan bagian atasnya dibuat di Batavia.

Perjalanan Pembangunan Gereja Katedral

Sejarah Gereja Katedral Santa Maria Pelindung yang diangkat ke surga tak bisa dilepaskan dari sosok Pastor Antonius Dijkmans. Pastor Jesuit ini sebelumnya telah memiliki pengalaman membangun dua gereja di Belanda.

Pastor ini ditunjuk karena beliau memang seorang ahli bangunan. Beliau pernah mengikuti kursus arsitektur gerejani di Paris, Perancis tepatnya di Violet le Duc. Selain itu, Pastor Antonius Dijkmans juga pernah mengikuti kursus serupa di Cuypers Belanda.

Pastor Antonius Dijkmans datang ke Indonesia dua tahun sebelum dimulainya pembangunan Gereja Katedral. Pembangunan Gereja Katedral sendiri baru dimulai pada pertengahan tahun 1891. Namun sayang, pembangunan Gereja Katedral yang sudah mulai berjalan tersebut harus terhenti karena kurangnya biaya.

Keadaan semakin pelik saat Pastor Antonius Dijkmans harus pulang ke Belanda karena menderita sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Pembangunan Gereja Katedral pun terhenti dan baru berjalan kembali pada tahun 1899.

Bila dihitung, pembangunan Gereja Katedral ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun sejak peletakan batu pertama. Gotong royong pendanaan dari seluruh umat telah membuat gereja ini akhirnya selesai dibangun.

Demikian adalah sejarah Gereja Katedral Santa Maria pelindung yang diangkat ke surga. Semoga informasinya bermanfaat.

Selanjutnya : Cara Mencari Kunci Lagu
Sebelumnya: Arti Nama Menurut Orang Jawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar