Sejarah Kepramukaan Indonesia dan Dunia


Sejarah kepramukaan Indonesia dan dunia tak lepas dari peran Lord Baden Powell yang disebut sebagai Bapak Pramuka Dunia. Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana. Kegiatan yang di Indonesia ini dinamakan Gerakan Pramuka Indonesia adalah sebuah kegiatan kepanduan yang mampu memupuk sikap disiplin, tenggang rasa, kemandirian serta sikap-sikap positif lainnya yang membentuk pribadi berkarakter baik.

Sejarah Pramuka

Bapak Pramuka Dunia Lord Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857. Sikap dan karakter Lord Baden Powell terbentuk dari pengalaman masa kecil yang ditinggalkan ayah dan dididik ibunya dengan penuh kedisiplinan.

Lord Baden Powell pernah bepergian ke Afrika dan India serta menghadapi situasi mendesak namun dapat ia lalui. Pendidikan berkemah, berlayar dan olahraga juga beliau dapat dari kakak-kakaknya.

Lord Baden Powell menuliskan pengalaman hidupnya pada buku Aids To Scouting yang menjadi salah satu buku panduan tentara muda Inggris. Lalu, pada 1908 ditulislah buku Scouting For Boys yang melandasi organisasi kepanduan untuk anak laki-laki.

Dari Inggris organisasi tersebut berkembang ke seluruh dunia. Pada 1912 didirikan organisasi kepanduan untuk anak perempuan bernama Girl Guides. Kedua organisasi tersebut menjadi cikal bakal organisasi kepanduan di seluruh dunia.

Di Indonesia Pramuka resmi berdiri pada tanggal 14 Agustus 1961. Pramuka Indonesia merupakan gabungan dari dua organisasi kepanduan di zaman masa penjajahan yaitu Nationale Padvinderij Organisatie dan Indonesisch Nationale Padvinderij Organisatie. Undang-Undang mengenai Gerakan Pramuka disahkan pada 2010.

Ajaran Pramuka

Prinsip dasar pramuka terdiri dari empat elemen. Elemen pertama adalah keimanan serta ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, memiliki sikap peduli pada tanah air, masyarakat dan lingkungan. Ketiga, menumbuhkan kepedulian pada diri. Terakhir, patuh pada Kode Kehormatan Pramuka.

Tujuan dari gerakan pramuka secara umum adalah membentuk pribadi yang beriman pada Tuhan Yang Maha Esa serta peduli terhadap sesama dan lingkungan. Memiliki sikap kepahlawanan, disiplin, dan mandiri yang berguna bagi pembangunan nusa dan bangsa.

Anggota gerakan Pramuka diajarkan metode kedisiplinan dengan belajar berbagai macam sandi dan pendidikan kepanduan lainnya. Rasa gotong royong juga ditumbuhkan dalam kegiatan perkemahan atau jambore.

Keterampilan sederhana untuk hidup mandiri dan mampu survive di segala kondisi juga diajarkan di gerakan Pramuka. Oleh karena itu, mengikuti gerakan Pramuka akan mendapatkan nilai-nilai yang sangat berharga bagi diri kita.

Selanjutnya : Buaya Raksasa di Dunia
Sebelumnya: Peristiwa Gempa Bumi di Indonesia Terdahsyat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar