Sejarah Keraton Yogyakarta Lengkap


Yogyakarta merupakan salah satu Daerah Istimewa di Indonesia dan merupakan setingkat provinsi. Yogyakarta berbatasan dengan provinsi  Jawa Tengah. Yogyakarta merupakan kota yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Banyak sekali julukan yang diberikan Yogyakarta yaitu kota pendidikan, kota seni dan budaya, kota pelajar serta disebut juga kota gudeg. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan tempat berkedudukan dari Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam. Yogyakarta memiliki banyak sekali cerita sejarah di dalamnya. Salah satunya tentang keraton Yogyakarta. Sejarah keraton Yogyakarta lengkap dimulai dengan perjuangan yang panjang dari Pangeran Haryo Mangkubumi selama 8 tahun dan berakhir karena Perjanjian Giyanti di tahun 1755.

Setelah sebulan perjanjian Giyanti ditandatangani maka resmilah berdiri Kesultanan Yogyakarta oleh Pangeran Mangkubumi lalu diangkat sebagai Sultan yang bergelar Sultan Hamengkubuwana I dengan daerah kekuasaannya setengah dari Kerajaan Mataram. Sedangkan Sunan Paku Buwono III tetap berkuasa di daerah yang lainnya dengan nama Kasunanan Surakarta. Pembangunan keraton Yogyakarta dilaksanakan selama satu tahun dan selesai pada tahun 1756.

Keraton Yogyakarta adalah tempat yang memiliki makna religious, budaya, dan filsafat. Lokasi keraton Yogyakarta di wilayah hutan Beringan, merupakan tempat yang cocok karena terhindar dari banjir, dan dahulunya merupakan bekas pesanggrahan yang bernama Garjitwati. Pesanggrahan berfungsi sebagai tempat istirahat para pengiring jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang hendak dimakamkan di Imogiri.

Pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII menyatakan ikut bergabung menjadi wilayah Republik Indonesia, sehingga Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII diangkat sebagai Kepala Daerah Istimewa dan Wakil Kepala Daerah Istimewa yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Tahun 1950 status negara dependen Kesultanan Yogyakarta dengan Kadipaten Pakualaman secara bersama-sama diturunkan menjadi Daerah Istimewa setingkat Provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1950.

Itulah sejarah Keraton Yogyakarta lengkap yang perlu kita ketahui. Fungsi keraton Yogyakarta saat ini sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik. Keraton Yogyakarta merupakan saksi sejarah dan berfungsi hingga saat ini sebagai tempat tinggal Sultan yang memerintah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu merupakan cagar Budaya yang terus dilestarikan oleh semua orang.

Selanjutnya : Hubungan Software, Hardware, dan Brainware
Sebelumnya: Hubungan Kimia dengan Pangan dan Gizi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar