Sejarah Konservasi Benua Asia


Sejarah konservasi benua Asia dimulai ketika manusia mulai peduli dengan lingkungannya. Konservasi merupakan aksi penyelamatan lingkungan hidup secara menyeluruh agar lingkungan ini terhindar dari bencana alam secara massif.

Di dunia ini terdapat 108 ribu area yang masuk dalam wilayah konservasi, separuhnya adalah benua Asia. Wilayah yang dikonservasi meliput hutan, lahan basah, laut, serta semua hewan liar yang masuk dalam daftar terancam punah.

Untuk melakukan kegiatan konservasi ini perlu melibatkan banyak pihak dan dana yang besar pula. Pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kelestarian alam, antara lain pemerintah, masyarakat setempat, lembaga donor, dan LSM.

Sejarah Konservasi Benua Asia

Benua Asia merupakan benua yang paling luas diantara empat benua lainnya. Luas benua asia sekitar  44.180.000 Km², sedangkan  wilayah yang masuk area konservasi meliput puluhan negara beserta isinya.Namun, dari sekian puluh negara di Asia,  Indialah yang pertama kali melakukan kegiatan konservasi lingkungan.

Pada tahun 252 SM,  Raja Ashoka dari Kerajaan Murya mengeluarkan  semacam fatwa perlindungan terhadap kekayaan alam meliputi satwa,sungai, kayu, dan hasil hutan lainnya di wilayah territorial kerjaan.  Raja Ashoka terkenal dengan pemikiran yang visioner, selain rakyat yang dipikirkan, masalah kelestarian sumber daya alamnya pun dipikirkan. Tujuan perlindungan ini agar terjaga sumber pangan saat menghadapi kekeringan dan bencana alam.

Sedangkan konservasi di era modern dimulai dari Nusantara ketika Belanda masuk ke Indonesia, peneliti dari Inggris, seperti Alfred Russel Wallace, datang ke Indonesia guna meneliti hayati. Kemudian menyusul Charles Darwin meneliti primate di Sumatera dan Kalimantan.   Sejak itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang menerapkan konservasi alam dan pelarangan perburuan,serta pengambilan flora-fauna tertentu.

Apa Saja yang Perlu Dikonservasi?

Benua Asia menyimpan jutaan objek penting yang sebaiknya masuk daftar konservasi. Ada sejumlah objek yang perlu dilindungi dari kepunahan dan dijaga kelangsungan hidupnya. Sedangkan untuk artefak mati, peninggalan masa silam perlu dijaga agar tak lekas pudar karena dimakan usia. Berikut ini adalah objek yang masuk wilayah konservasi.

•    Flora

Segala macam tumbuhan yang status populasinya menurun tajam karena faktor eksplorasi atau sifatnya pertumbuhannya sangat lamban, atau sulit dikembang biakan.   Misalnya, pohon Cedar dari Lebanon yang sifat pertumbuhannya sangat lamban, tapi di sisi lain ada ancaman pembalakan. Selain itu, pohon ebony, kayu hitam dari Sulawesi.

•    Fauna

Ada banyak fauna dari Asia yang masuk daftar konservasi dunia. Contohnya Panda dari China, Orangutan dari Indonesia, Macan bengala dari India.

•    Artefak

Memasuki era modern, ada ribuan peninggalan budaya di masa kerjaan pada awal masehi hingga masa abad pertengahan yang perlu diselamatkan dari kepunahan. Ada ribuan bangunan bersejarah, seperti candi, komplek kerajaan, tempat ibadah di seluruh Asia yang masuk konservasi dunia.

Demikian ulasan mengenai sejarah konservasi benua Asia. Semoga uraian tersebut bermanfaat bagi Anda dan dapat menambah wawasan Anda.

Selanjutnya : Metode Akupunktur Sesuai Gambar Titik Refleksi Pada Kaki
Sebelumnya: Manfaat Komunikasi Efektif dalam Keluarga
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar