Sejarah Martin Luther King Tokoh Gerakan Hak Sipil


Siapakah Martin Luther King?

Amerika Serikat pernah mengalami satu fase terjadinya Gerakan Hak-hak Sipil Afrika-Amerika. Gerakan ini menyuarakan pertentangan terhadap terjadinya diskriminasi rasial pada masyarakat. Banyak tokok-tokoh yang muncul dalam pergerakan ini, salah satunya Martin Luther King. Berikut ini akan kita jabarkan mengenai sejarah Martin Luther King lebih banyak lagi.

Martin Luther King, Jr. lahir dari keluarga religius. Ayahnya seorang pendeta bernama Martin Luther King, Sr. serta ibunya bernama Alberta Williams King. Martin lahir pada tanggal 15 Januari 1929 di Atlanta, Georgia, AS. Kehidupan gereja banyak menempa diri seorang Martin menjadi sosok yang sangat peduli serta kritis. Dari gereja juga ia mendapat pelajaran bahwa manusia itu memiliki hak yang sama dan sederajat.

Martin Luther King merupakan anak yang sangat cerdas, karena kecerdasannya pula maka setamat SMP Martin melajutkan pendidikannya langsung ke jenjang perguruan tinggi. Martin kuliah di Morehouse College pada usia baru 15 tahun dan ia menamatkan pendidkannya serta mendapat gelar Sarjana Sosiologi tahun 1948. Pendidikannya dilanjurkan pada Seminari Keagamaan Crozer, Pennsylvania. Martin lulus pada tahun 1951 dengan gelar Sarjana Teologi.

Martin Luther menikah pada usia 24 tahun dengan Coretta Scott. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai empat orang anak. Memasuki usia 25 tahun, Martin Luther King, Jr. mulai merintis karirnya menjadi seorang pastor di Gereja Baptis Dexter Avenue, Alabama.

Tokoh Pergerakan Hak Sipil

Martin melanjutkan kembali pendidikan Doktor pada bidang Filosofi pada tahun 1954 dan lulus tahun 1955. Keinginannya menghapuskan rasialisme mulai terbakar tahun 1955, saat seorang wanita kulit hitam ditangkap karena duduk pada deretan depan bangku sebuah bus. Karena pada masa itu, orang kulit hitam hanya diizinkan duduk di bangku bagian belakang saja karena adanya peraturan pemisahan. Tahun ini pula sejarah Martin Luther King sebagai pejuang hak-hak sipil mulai dicatat.

Kemudian mulailah muncul pergerakan-pergerakan yang memperjuangkan hak-hak sipil yang dimulai dengan pemboikotan terhadap bus Montgomery di Alabama. Orang-orang kulit hitam menuntut persamaan  dan penghapusan diskriminasi rasial pada mereka. Martin termasuk tokoh perdamaian, karena dia memperjuangkan han-hak sipil mereka tanpa kekerasan sama sekali.

Martin mengajak kaum kulit hitam untuk tidak lagi menaiki bus Montgomery. Aksi bolikot ini berjalan hingga 382 hari lamanya. Para kaum kulit hitam lebih memilih berjalan kaki untuk bepergian. Pidatonya yang berjudul “ I Have A Dream” sangat membakar semangat kebebasan kaum kulit hitam. Martin menyampaikan mimpinya untuk melihat kebebasan diskriminasi bagi kaum kulit hitam di seluruh dunia. Demikianlah informasi tentang sejarah Martin Luther King, semoga memberikan manfaat.

Selanjutnya : Dua Aplikasi Penjelajah Situs Terpopuler
Sebelumnya: Macam Penelitian Kualitatif: Analisis Wacana
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar