Sejarah Naskah Pidato Soekarno


Sinopsis        :

Saipa orang Indonesia yang tak mengenal Soekarno. Presiden yang melegenda dengan semangat jiwa muda dan perjuangannya. Naskah pidato Soekarno kala itu sanggup manjadi pemersatu dan pengobar semangat rakyat untuk memerdekakan negaranya. Berikut artikel yang membahas semangat presiden Indonesia tersebut.

Isi            :

Berikut sedikit kutipan naskah pidato Soekarno yang membakar jiwa, mengobarkan api semangat pada para pejuang tanah air yang rela memberikan segenap jiwa raganya demi meraih kemerdekaan yang sebebas-bebasnya. Naskah pidato Soekarno sanggup menjadi pelega disaat dahaga itu benar-benar mampu mengukir senyum kepuasan.

“… Saudara –saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah!

Proklamasi

Kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kebulatan kemerdekaan indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Jakarta, 17 agustus 1945

Atas nama bangsa indonesia

Soekarno-hatta

Sejarah adanya naskah ini berawal dari tuntutan golongan muda untuk segera melakukan proklamasi kemerdekaan yang pada saat itu belum juga dilakukan oleh golongan tua. Soekarno yang pada saat itu menjabat sebagai ketua kemudian melakukan perundingan dan mengumumkan proklamasi kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan itu disiarkan melalui media cetak dan radio.

Banyak sekali contoh naskah yang membakar jiwa yang diucapkan Soekarno demi menyemangati para pejuang. Naskah-naskah pidato yang baik yang diucapkan Soekarno adalah benar datang dari hati yang terdalam. Isinya berupa cita-cita, keinginan, harapan, semangat, motivasi dan keberanian.

Bagi Soekarno, kemerdekaan indonesia adalah satu-satunya yang diinginkan rakyat indonesia pada saat itu. Karena siapa yang mau menjadi pembantu di negaranya sendiri bukan? Untuk itulah naskah pidato Soekarno itu dibuat. Demi mengobarkan api semangat yang membakar jiwa.

Fungsi sebuah pidato adalah untuk meningkatkan pengetahuan, mengobarkan semangat, memberi motivasi dan mengajak bersama-sama untuk melakukan hal yang baik. Kini, kita benar-benar kehilangan sosok Soekarno yang bisa mengobarkan semangat untuk tetap maju. Dari sejarah naskah pidatonyalah kita bisa bagaimana kegigihan demi mencapai kemerdekaan itu sangat sulit dan kita harus bisa mempertahannya karena kemerdekaan belum sepenuhnya bisa kita raih sekarang. Kita masih terjajah dan itu sangat jelas terlihat.

Untuk itulah kita harus bisa menjadi penerus Soekarno. Banyak belajar dari pengalaman bapak Soekarno yang menjadi presiden pertama Indonesia. Bacalah kembali naskah pidato Soekarno agar bisa memberikan efek semangat bagi diri kita untuk terus maju.

Selanjutnya : Sejarah Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
Sebelumnya: Makanan Yang Baik Untuk Bayi Penderita Diare
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar