Sejarah NATO dalam Peta Politik Global


Sejarah NATO bermula ketika ketegangan percaturan politik global sedang memanas, yaitu persaingan dua blok negara dunia yang terus bersitegang. Ketegangan politik ini domotori oleh dua negara adikuasa, yaitu Uni Soviet dan Amerika, pada kurun tahun 1940-an sampai 1990an.

Sejarah NATO

NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau sering disebut Pakta Pertahanan Atlantik Utara adalah pakta pertahanan atau aliansi militer internasional. Organisasi NATO resmi berdiri pada 4 April 1949 di Washington DC, Amerika Serikat. Aliansi militer dari berbagai negara yang tergabung dalam NATO dulu sering disebut sebagai Blok Barat.

Penyebutan Blok Barat adalah sebagai lawan atas Blok Timur, yang tergabung dalam Pakta Warsawa dengan dimotori negara Unisoviet. Ketegangan politik global ini memicu adanya perang dingin, yaitu kondisi bersitegang dalam perebutan dominasi politik global. Namun, faktanya ketegangan ini tidak benar-benar menimbulkan perang yang sesungguhnya.

Setelah negara adikuasa Unisoviet runtuh dan Pakta Warsawa resmi dibubarkan pada 31 Maret 1991, berarti aliansi militer ini hanya berumur sekitar 36 tahun, sejak perjanjian yang dirancang oleh Nikita Khrushchev ini resmi ditandatangani pada 14 Mei 1955. Dalam perjalanannya, ada 13 negara mantan anggota Pakta Warsawa akhirnya justru bergabung dengan NATO.

Alamat situs resmi NATO adalah www.nato.int dan sekarang ini kantor pusatnya di Brussels, Belgia. Bahasa resmi yang digunakan dalam organisasi ini adalah bahasa Perancis dan bahasa Inggris. Dan, saat ini memiliki jumlah anggota 28 negara dari belahan benua Eropa dan Amerika.

Dalam perjalanan sejarahnya, sekarang ini NATO justru menjadi kritikan berbagai pengamat politik dunia. Organisasi ini justru menjadi alat legitimasi untuk menyerang atau memerangi negara lain yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan NATO. Contoh terbaru adalah penyerangan terhadap negara Irak untuk menggulingkan rezim Saddam Husein. Contoh lainnya adalah pendudukan perang melawan Taliban di Afghanistan.

Meskipun belum pernah terbukti, dengan dalih tuduhan atas tindakan terorisme internasional, pasukan NATO sering dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan politik global negara-negara anggotanya. Catatan sejarah NATO semakin buruk di mata dunia internasional ketika organisasi ini hanya digunakan sebagai alat politik dengan cara-cara militer atau peperangan.

Selanjutnya : Membahas Karakter Karakter Pokemon yang Antagonis
Sebelumnya: Zat-Zat Aditif pada Makanan, Berbahaya?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar