Sejarah Pemilu Indonesia Tahun 1955


Mungkin Anda sering mendengar tentang pemilihan umum atau pemilu. Juga pernah merasakan berpartisipasi dalam pemilu. Tapi Apakah Anda pernah mendengar sejarah pemilu Indonesia tahun 1955? Setelah Indonesia merdeka, pemerintah belum juga menggelar pemilihan umum, karena pemerintah memiliki banyak pertimbangan. Salah satunya saat itu adalah kondisi situasi politik dan beberapa wilayah di Indonesia sedang tidak aman.

Kondisi pemilihan umum di Indonesia sendiri mengalami frase yang cukup panjang dan berliku. Hingga Indonesia berusia sekitar 10 tahun dan masih pada masa pemerintahan presiden Soekarno sekitar tahun 1955, barulah Indonesia menyelenggarakan pemilu yang pertama kali. Pemilu itu diikuti oleh sekitar 29 partai politik dengan tujuan untuk memilih anggota DPR dan dewan konstituante.

Pemilu pertama ini dikabarkan sebagai pemilihan umum yang paling demokratis dibandingkan pemilu yang lainnya. Perdana mentri Ali Sastromidjojo menyiapkan pemilihan umum yang pertama kali ini sangat baik. Namun sangat disayangkan Ali Sastromidjojo mengundurkan diri saat pemungutan suara. Kemudian selanjutnya dipegang oleh perdana menteri Burhannudin Harahap.

Pemilu tahun 1955 ini digelar secara 2 tahap. Namun tetap digelar ditahun yang sama. Yang pertama pada tanggal 29 september 1955 dan diikuti sekitar 29 partai politik. Pemilu ini untuk memilih anggota dewan DPR. Untuk tahap kedua diselenggarakan pada tanggal 15 desember 1955. Pemilu yang kedua ini untuk memilih anggota konsituante.

Pemilu pertama ini, pada akhirnya menghasilkan 6 besar partai politik, yaitu partai nasional Indonesia (PNI), Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), partai komunis Indonesia (PKI), partai syarikat islam Indonesia (PSII), partai Kristen Indonesia (Parkindo).

Pada akhirnya, seluruh rangkaian proses pemilihan umum tahun 1955 berjalan lancar sesuai dengan rencana dan asas demokrasi. Walaupun pada kenyataannya ada partai politik yang hanya mementingkan kepentingan sendiri,  seharusnya bisa menjadi pembelajaran pemilu selanjutnya. Tapi sayangnya sejarah masa lalu tidak dijadikan pembelajaran, terus berulang dan berulang lagi.

Demikianlah, ulasan singkat mengenai sejarah pemilu Indonesia tahun 1955. Semoga bisa menginspirasi untuk lebih baik lagi dalam menyelenggarakan pemilu kedepannya, karena pemilu merupakan sebuah proses yang demokratis dalam memperoleh pemimpin yang bijaksana dan bisa menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya : Ragam Pilihan Konveksi Baju Fashion Bandung
Sebelumnya: Tiga Tempat Dugem Terfavorit di Bandung
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar