Sejarah Penemuan Manusia Purba di Indonesia


Membahas tentang sejarah penemuan manusia purba di ndonesia,  pasti tidak akan terlepas dari sosok ilmuwan asal negeri Belanda, Eugene Dubois. Nama Eugene Dubois menjadi sangat terkenal sejak menemukan fosil manusia purba yang sangat menggemparkan dunia keilmuan, terutama dalam bidang ilmu arkeologi.

Fosil yang pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois diberi nama dengan Pithecanthropus Erectus. Fosil ini ditemukan di Desa Trinil yang letaknya di daerah pinggiran Sungai Bengawan Solo, di daerah antara Ngawi dan Madiun Jawa timur.

Fosil Pithecanthropus Erectus pada awalnya ditemukan tidak dalam keadaan utuh, melainkan ditemukan dalam bentuk fosil rahang. Kemudian menyusul menemukan beberapa bagian lain seperti tengkorak, gigi geraham, dan tulang paha. Penemuan ini terjadi pada tahun 1890-1892 Masehi.

Penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus ini telah menggemparkan dunia, dan menimbulkan rasa penasaran berbagai ilmuwan lainnya. Maka para peneliti lainnya juga tertarik seperti yang dilakukan oleh E.Dubois. Di antaranya adalah peneliti bernama Selenka, yang kemudian menemukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan purba lainnya di Lembah Sungai Bengawan Solo.

Penemuan fosil manusia purba lainnya adalah oleh peneliti bernama G.H.R von Koenigswald antara tahun 1931-1934, yang dinamakan dengan Meganthropus Paleojavanicus, yang kemudian dimasukkan dalam kelompok Homo Soloensis atau Manusia dari Solo. Fosil ini diyakini umurnya lebih tua dari fosil Pithecanthropus Erectus, dan dikenal merupakan kerabat yang terdekat dari manusia modern.

Penemuan fosil Homo Soloensis merupakan penemuan yang lebih mutakhir, dari penemuan-penemuan sebelumnya seperti fosil Homo Mojokertensis dan Homo Wajakensis. Setelah masa penjajahan Belanda di nusantara berakhir, penelitian tentang fosil manusia purba di Indonesia masih tetap berjalan oleh peneliti dari dalam negeri sendiri.

Dan penemuan yang paling mutakhir baru-baru ini adalah adanya penemuan fosil manusia purba di Flores pada tahun 2003. Penemuan ini oleh tim ahli arkeologi dari Indonesia dan Australia. Hasil temuannya kemudian diberi nama dengan Homo Floresiensis atau Manusia dari Flores.

Fosil tersebut menggambarkan adanya manusia kerdil dengan tinggi sekitar  1 meter, yang tinggal 12 ribu tahun yang lalu di pulau Flores. Penemuan ini telah menarik minat ilmuwan dunia untuk terus mengikuti perkembangannya. Dan sejarah penemuan manusia purba di Indonesia pun berhasil diukir kembali berkat adanya penemuan ini.

Selanjutnya : Sejarah Perjuangan RA Kartini
Sebelumnya: Sejarah Museum TNI Dirgantara
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar