Sejarah Penulisan Hadits Sejak Masa Nabi Hingga Abad ke-3 Hijriyah

Hadits Nabi merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al Qur’an. Hadits Nabi diriwayatkan oleh para sahabat dan bersumber dari segala perkataan, perbuatan, serta ketetapan yang dibuat nabi. Seperti halnya Al Qur’an, untuk menjaga otentitas dan keaslian hadits Nabi, maka dilakukan penulisan hadits-hadits Nabi. Karena banyak pula hadits Nabi yang dipalsukan oleh para musuh Islam untuk menghancurkan aqidah umat, oleh karena itu sebelum ditulis pun, hadits-hadits Nabi diteliti serta diseleksi ketat akan kebenarannya. Berikut ini adalah sejarah penulisan hadits sejak masa Nabi hingga abad ke-3 hijriyah.

Penulisan Hadits Abad Pertama Hijriyah

Pada abad pertama hijriyah, dilakukan penghimpuan hadits oleh para sahabat. Penerimaan hadits pada masa ini dilakukan oleh para sahabat dekat Nabi, seperti Khulafaur Rasyidin.

Ada beberapa cara yang dilakukan para sahabat untuk mendapatkan hadits dari Nabi Muhammad SAW, seperti ucapan Nabi ketika di Majlis, peristiwa yang terjadi pada Nabi, peristiwa yang terjadi para sahabat Nabi dan mendapatkan ketetapan Nabi, dan peristiwa yang dilalui Nabi dan dilihat oleh para sahabat. Misal tentang tata cara shalat, puasa, dan haji.

Setelah Masa Aahabat, Ada Masa Tabiin

Pada masa ini adalah masa di mana ada perluasan hadits. Para sahabat meriwayatkan hadits dengan dua cara, yaitu dengan lafazh asli yang diterima dari Nabi Muhammad dan dengan maknanya saja karena tidak hafal lafazh asli dari Nabi.

Penulisan Hadits pada Abad Kedua Hijriyah

Pada abad kedua ini, hadits-hadits Nabi Muhammad SAW mulai dikumpukan dan ditulis secara resmi. Umar Ibn Abd al-Aziz, adalah khalifah dari dinasti Umayyah yang mulai memberikan perintah untuk menghimpun dan menuliskan hadits Nabi Muhammad SAW. Pada abad ini, pembukuan hadits bercampur antara perkataan para sahabat dan para tabiin.

Penulisan Hadits pada Abad Ketiga Hijriyah

Abad ketiga adalah puncak penulisan dan pembukuan hadits hingga banyak para ahli ilmu yang berpindah ke negeri-negeri lain untuk mencari hadits. Salah satu ulama yang mulai memperluas daerah pencarian hadits adalah Al Bukhari. Al Bukhari menjelajah selama enam tahun untuk menyiapkan kitab sahih hadits yang ditulisnya.

Demikian sejarah penulisan hadits sejak masa Nabi hingga abad ke-3 hijriyah, semoga bisa menambah pengetahuan keagamaan dan meningkatkan ketaatan kita terhadap agama Islam.

Selanjutnya : Kunir Asem
Sebelumnya: Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...