Sejarah Perang Korea Utara dan Selatan


Sejarah perang Korea Utara dan Selatan terjadi pasca Perang Dunia II. Dua negara raksasa, Amerika Serikat dan Uni Soviet membuat berbagai perbatasan baru, salah satunya adalah membagi Korea menjadi dua, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Dua sisi wilayah Korea yang terbelah itu berada pada garis 38 derajat Lintang Utara, itulah kenapa perbatasan dua negara disebut dengan 38th parallel.

Korea Utara dan Selatan

Perjanjian perdamaian yang hingga kini tidak pernah ditandantangi, membuat Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya masih terlibat ‘Perang Dingin.’ Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan sempat melunak ketika diadakannya pertemuan untuk pertama kalinya antar petinggi Korea pada 13-15 Juni 2000.

Namun, pergolakan kembali dimulai ketika Amerika Serikat pada Oktober 2002 mengumumkan bahwa Korea Utara memulai kembali program senjata nuklir dan ini pun menyulut kembali pertikaian antara Korea Utara dengan Korea Selatan yang berada di pihak Amerika Serikat.

Pertemuan Tingkat Tinggi Korea berhasil terselenggara kembali pada 2-4 Oktober 2007 di Pyongyang, Korea Utara. Dalam acara tersebut, kedua kepala negara berdiskusi mengenai membaiknya hubungan Korea Selatan dan Korea Utara, kesejahteraan rakyat Korea, serta adanya perdamaian di Semenanjung Korea dan keinginan untuk penyatuan Korea.

Lagi-lagi hubungan kembali menegang ketika Korea Utara melakukan uji coba nuklir dan meluncurkan artileri yang menyebabkan dua warga sipil dan dua anggota militer Korea Selatan tewas. Di bulan Februari tahun 2013, Korea Utara kembali melaksanakan uji coba nuklir yang lebih besar dibandingkan uji coba sebelumnya.

Pada April 2013, Korea Utara juga mengatakan jika mereka akan meningkatkan kekuatan nuklir, baik secara kuantitas maupun kualitas. Adanya pernyataan-pernyataan dari Korea Utara ini membuat negara Korea Selatan dan para kongsingnya seperti Amerika Serikat dan sekutu kembali memanas.

Banyak pihak yang menduga jika peperangan antara Korea Utara dan Korea Selatan bisa kembali terjadi karena adanya persoalan senjata nuklir tersebut. Apalagi karena tidak pernah adanya perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak.

Semoga kedua belah pihak dapat kembali duduk bersama untuk melakukan gencatan senjata dan berdamai. Demikian sejarah perang korea utara dan selatan, semoga bermanfaat untuk lebih mengetahui perselisihan Korea Utara dan Korea Selatan yang masih terjadi hingga kini.

Selanjutnya : Gejala Demam Berdarah pada Orang Dewasa
Sebelumnya: Peluang Bisnis PS
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar