Sejarah Perkembangan Islam di Sumatera


Tahukah anda tentang sejarah perkembangan Islam di Sumatera? Ketika di sekolah tentu sudah pernah dipelajari dalam mata pelajaran sejarah, namun kali ini akan kami ulas kembali secara ringkas.

Islam Masuk ke Indonesia

Pada abad ke-7 atau ke-8 Islam masuk ke Indonesia. Penyebaran Islam melewati jalur Selatan dan Utara dan yang menerima agama Islam pertama adalah wilayah pantai barat pulau Sumatra. Islam mulai berkembang di Sumatera pada abad ke-13, ditandai dengan berdirinya kerajaan Samudera Pasai, yaitu kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini berada di Pesisir Timur laut Aceh (sekarang Lhouksumawe),

Samudera Pasai merupakan kerajaan maritim. Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam serta menjadi tempat berkumpulnya para ulama. Pelan tapi pasti, penduduk pribumi pulau Sumatera mulai memeluk Islam.

Selama tiga abad, Samudera Pasai mengalami kemajuan besar dan menjadi mercusuar kerajaan Islam. Sejak abad ke-14, Samudera Pasai mulai mundur karena diserang oleh Kerajaan Majapahit. Aktifitas perdagangan dan dakwah Islamiyah pun mulai digantikan dengan Kerajaan Islam Malaka.

Pada tahun 1514 berdiri Kesultanan Aceh yang berada di ujung Utara Sumatera, didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Sultan Ali kemudian melakukan pelebaran kekuasaan di daerah barat laut yang belum mengenal Islam hingga ke pantai timur.

Banda Aceh menjadi tempat persinggahan kapal dagang hingga ramai, banyak pedagang asing beragama Muslim berlabuh di Banda Aceh. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.

Untuk syiar Islam, Sultan Iskandar muda kemudian mendirikan masjid ‘Baiturrahman’ yang bermanfaat untuk tempat ibadah serta pengajaran Islam. Banyak ulama terkenal yang muncul pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, yaitu Syamsuddin As Sumatrany, Syekh Nuruddin Ar Raniry, Syekh Abdurrauf Al Fansury dan Hamzah Fansuri.
Banyak karya ilmiah yang ditulis oleh para ulama tersebut, Miratut Tullab, Bustanus Salatin karya Syekh Nuruddin Ar Raniry dan Tafsir Baidlawi karya Syekh Abdurrauf Al Fansury. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat, Aceh pun mengalami pasang surut dan akhirnya ditundukkan Belanda pada Abad-19.

Demikian sejarah perkembangan Islam di Sumatera, khususnya di Aceh. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda tentang perkembangan Islam di Indonesia pada umumnya.

Selanjutnya : Keuntungan Ganda dari Gelar Sarjana Tehnik Informatika
Sebelumnya: Terjadinya Cuaca Disebabkan oleh Faktor-Faktor Alam di Suatu Wilayah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar