Sejarah Permainan Bentengan dan Aturan Permainannya


Mendengar kata bentengan serasa back to childhood (kembali ke masa kanak-kanak). Bentengan merupakan sebuah nama permainan zaman dulu yang dimainkan oleh dua grup. Permainan ini sungguh menguji keberanian dan kelincahan para pemainnya. Selain itu, dituntut untuk berpikir mencari strategi agar dapat menguasai benteng lawan. Bagaimanakah cara memainkannya? Simak terus artikel berikut yang akan mengulas aturan dan sejarah permainan bentengan.

Permainan Bentengan

Saat saya masih kecil, permainan bentengan menjadi salah satu permainan favoritnya anak-anak kecil. Akan tetapi, terkadang sering dimainkan juga oleh anak-anak usia 15 tahunan. Jika berbicara masalah sejarah permainan bentengan, tentu saja awal mulanya datang dari Jawa Barat, bahkan dulu orang Jawa menyebutnya “Rerebonan”. Jadi, konon katanya Jawa Barat-lah yang menjadi pelopor permainan bentengan.

Permainan ini pernah mengalami masa ketenarannya hingga dikenal oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia. Banyak daerah yang juga tertarik untuk mempelajari dan memainkannya. Akan tetapi, di daerah lain, mereka menyebut permainan ini dengan nama “Jek-Jekan”, dan “Priprisan Omer”. Meskipun beda nama, tapi arti dan cara permainannya sama.

Sebelum memainkannya, ada aturan-aturan main yang harus diketahui dan dipatuhi oleh para pemainnya. Pertama, para pemain dilarang berlari melebihi batas yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan kesepakatan bersama dan yang ke dua, pemain harus ikut atau menyerahkan dirinya pada pemain lawan jika badannya tersentuh oleh pemain lawan.

Bentengan merupakan permainan yang cukup menguras tenaga dan keringat karena dilakukan dengan cara berlari dan berlari, sehingga permainan ini umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Untuk bisa memainkannya, minimalnya harus ada 16 orang anak yang dibagi menjadi dua grup dan setiap grupnya masing-masing terdiri atas 8 anak. Jumlah pemainnya bisa juga lebih dari 8 orang karena semakin banyak pemain maka semakin bertambah seru dan asyik untuk memainkannya.

Permainan yang Menyenangkan dan Murah

Permainan ini merupakan permainan rakyat tanpa harus mengeluarkan biaya. Para pemain juga tidak memerlukan alat khusus apa pun untuk memainkannya. Hanya saja yang harus disediakan adalah sebuah tempat yang cukup luas, minimalnya berukuran panjang 20 meter dan biasanya lapangan dijadikan tempat yang cocok untuk permainan bentengan karena pemain dapat lebih leluasa untuk berlari. Selain itu, diperlukan sebuah tongkat atau bekas pohon yang djadikan sebagai benteng.

Permainan ini bukan saja hanya sebatas permainan biasa. Akan tetapi, permainan tersebut memberikan banyak manfaat untuk anak-anak khususnya manfaat kesehatan karena dalam memainkannya seluruh badan ikut bergerak. Selain itu, anak belajar berpikir membuat strategi dalam memecahkan masalah, belajar untuk saling bekerja sama, dan  mempererat tali persahabatan yang semakin akrab.

Perkembangan zaman seakan telah menelan keberadaan permainan tradisional ini. Kehadiran permainan modern telah menghipnotis anak-anak dan lebih memiliki daya tarik . Anak-anak zaman sekarang mungkin hanya tahu sejarah permainan bentengan yang dulu pernah ada dan tidak pernah tahu, bahkan tidak pernah memainkannya.

Selanjutnya : Hasil Sensus Pertanian
Sebelumnya: Lagu Katy Perry yang Ngetop Tahun 2012
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar