Sejarah Perusahaan Indomie


Indomie merupakan salah satu merk mie instan yang terkenal dan berasal dari Indonesia. Bahkan saat ini, Indomie sudah menjadi trademark tersendiri ketika masyarakat Indonesia ingin menyebut mie instan. Sejarah perusahaan Indomie ini sendiri sudah lama, karena dimulai pada tahun 1970-an.

Pada tahun 1972, Indomie pertama kali dibuat memiliki rasa sari ayam (kaldu ayam) dan sari udang (kaldu udang). Perusahaan pembuatnya adalah PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. Sepuluh tahun kemudian, rasa dari Indomie pun berkembang dengan diluncurkannya Indomie goreng dan Indomie rasa kari ayam.

Dua tahun kemudian, perusahaan ini dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya, sebuah perusahaan yang memproduksi mie instan dengan merk Sarimi. Di tahun 1987, inovasi baru pun dibuat dengan adanya mie instan dalam cup bernama Pop Mie dengan varian rasa baso dan rasa ayam.

Di tahun 1990, berdirilah PT. Panganjaya Intikusuma, pada tahun 1994, perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Ketika krisis moneter di tahun 1998, PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk ini pun mengakuisisi PT. Sanmaru dan PT. Sarimi Asli Jaya.

Sejak berada di bawah naungan Indofood Sukses Makmur inilah, Indomie semakin berkembang, ini terbukti dari banyaknya inovasi dan penghargaan yang didapatkan oleh Indomie. Seperti ketika di tahun 2005, Indomie memecahkan rekor bungkus mie instan terbesar di Guinnes World Records.

Inovasi rasa Indomie semakin banyak pilihan, di tahun 2006, Indomie meluncurkan Indomie Goreng Kriuuk, bahkan Indomie pun meluncurkan Indomie Selera Nusantara dengan salah satu di antaranya adalah Indomie rasa rendang, dan yang terbaru Indomie meluncurkan varian rasa Indomie Goreng Cabe Ijo dengan rasa asli cabe hijau.

Demikian sejarah perusahaan Indomie di Indonesia. Mie instan saat ini memang sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ketika sudah malas atau bosan makan nasi, tinggal menyalakan kompor sebentar, menunggu air mendidih dan tinggal masukkan mie instan dan meracik bumbu yang sudah tersedia.

Ketika dalam perjalanan, mie instan pun menjadi pilihan, jadi tak heran ketika di terminal atau stasiun banyak yang menawarkan mie instan kemasan dalam cup. Namun, perlu diingat, mie instan bukanlah makanan pokok, jadi jangan dikonsumsi secara berlebihan.

Selanjutnya : Jurnalistik Lapangan Kerja
Sebelumnya: Mengetahui Contoh Rumus Segi Empat dan Segitiga
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar