Sejarah Shalat Jumat Pertama


Sejarah shalat jumat pertama kali yaitu pada saat turunnya perintah Allah Swt. yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. saat masih berada di kota kelahirannya, yaitu Mekkah. Pada waktu itu, beliau sedang ada dalam persiapan menuju ke Kota Madinah untuk anjuran berhijrah. Kewajiban melakukan sholat Jumat ini disampaikan sebelum Rasul melakukan hijrah.

Pada saat itu, Nabi diberi izin untuk melakukan sholat Jumat sebelum melakukan hijrah. Akan tetapi, para kaum muslimin berhalangan untuk dapat hadir di Kota Mekkah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad membuat sebuah surat yang diserahkan kepada Mush’ab bin Umair di Madinah. Isi surat itu meminta kepada Mush’ab untuk mengumpulkan kaum Yahudi yang kekita itu sedang membaca Kitab Zabur dan mengumpulkan wanita serta anak-anak, disampaikan bahwa pada saat matahari telah berada di tengah atau tepat berada di atas kepala untuk melakukan ibadah sholat sebanyak dua rakaat.

Ketika itu, masyarakat Quraisy belum meyakini keberadaaan Rasulullah. Akhirnya, perintah belum dapat diikuti oleh umat. Akan tetapi, karena salah satu syarat sah dari sholat jumat adalah dilakukan secara berjamaah, maka Mush’ab bin Umair bin Hsyim di Madinah dimohon untuk dapat mengajarkan al-Quran. Dengan adanya ajaran al-Quran, maka penduduk mulai berkenan untuk melakukan ibadah sholat Jumat.

Sejarah shalat Jumat pertama diselenggarakan oleh Nabi Muhammad saw. di sebuah kota yang bernama Wadi Ranuna yang jarakanya kurang lebih satu kilometer dari lokasi Masjid Quba. Jika ditarik dari Kota Madinah, maka Kota Wadi Ranuna tadi memiliki jarak kurang lebih empat kilometer.

Nabi Muhammad sangat bersyukur karena akhirnya dapat memenuhi perintah Allah untuk mengajak umatnya menjalankan ibadah sholat Jumat. Adapun sholat Jumat menjadi salah satu sholat yang wajib dijalankan oleh seorang muslim laki-laki yang telah balig, adapun seorang muslimah sunah atasnya.

Sholat Jumat dilaksanakan di waktu sama dengan ketika menjalankan sholat Zuhur, yaitu ketika matahari tergelincir hingga waktu sholat Zuhur berakhir. Di beberapa negara, seperti Indonesia, sholat Jumat dilakukan sama seperti ketika sholat Zuhur dimulai.
Sholat Jumat wajib dilakukan berjamaah. Jika seorang laki-laki muslim yang telah balig tidak dapat melakukan ibadah sholat Jumat karena suatu hal, seperti misalnya sedang menjadi musafir dan tidak menemui masjid atau tempat untuk melakukan jamaah sholat Jumat, maka dia wajib menggantikannya dengan sholat Zuhur seperti biasa, sebanyak 4 rakaat.

Demikian sejarah shalat Jumat pertama yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Semoga shalat Jumat dapat selalu diikuti dengan konsisten oleh seluruh umat muslim dunia.

Selanjutnya : Nama Alat Berat Tambang dan Fungsinya
Sebelumnya: Seni Musik pada Gitar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar