Sejarah Singkat Lambang Negara Indonesia

Sejarah singkat lambang negara Indonesia dimulai pada akhir tahun 1949. Ide tentang perancangan lambang dari negara Indonesia ini muncul beberapa hari setelah Indonesia mempeoleh pengakuan kedaulatan dari Belanda sebagai Republik Indonesia Serikat.  Lambang adalah icon yang keberadaannya sangat penting untuk sebuah negara. Karena disana, selain menjadi identitas dari bangsa Indonesia juga mengandung nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dilaksanakan oleh bangsa Indonesia ke depannya.

Oleh karena dilaterbelakangi oleh beberapa pemikiran seperti ini, maka pada tahun 10 Januari 1950 disusunlan panitia kecil yang bernama Panitia Lencana Negara. Susunan kepanitiaan ini memiliki tugas untuk melakukan seleksi terhadap berbagai usulan tentang lambang negara Indonesia.

Sultan Hamid II dan Lambang Negara

Dari berbagai usulan yang masuk ke panitia, sejarah singkat lambang negara Indonesia yang merupakan hasil rancangan dari Sultan Hamid II ini yang kemudian disetujui sebagai lambing resmi republik Indonesia.  Sultan Hamid II yang meninggal pada tahun 1978 ini memiliki nama lengkap Syarif Abdul Hamid Alkadrie dan menjabat sultan di Kesultanan Pontianak. Sultan Hamid ini juga pernah memegang jabatan gubernur untuk Daerah Istimewa Kalimantan Barat. Selain itu beliau juga pernah memegang jabatan sebagai menteri pada masa Republik Indonesia Serikat tepatnya di posisi Menteri Negara Zonder Portofolio.

Begitu usulan lambang negara di setujui oleh Panitia Lencana Negara, tidak serta merta lambang ini ditetapkan sebagai lambang resmi. Presiden Ir. Soekarno serta dari beberapa elemen masyarakat memberikan berbagai masukan terkait penyempurnaan lambang negara ini. Akhirnya setelah melalui proses penyempurnaan, pada bulan Maret 1950, Garuda menjadi lambang negara Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 1950, Garuda dipakai dalam acara-acara kenegaraan. Satu tahun berikutnya, pada tahun 1951, Presiden Sukarno mengesahkan Garuda sebagai lambang Indonesia. Pengesahan ini dilakukan bersama dengan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo

Satu Lambang Banyak Nama

Presiden sudah mensahkan lambang ini. Tapi ketetapan nama untuk lambang ini belum menemui titik temu. Sehingga dalam berbagai kesempatan ditemukan beraneka ragam penyebutan untuk lambang ini. Misalnya ada yang menyebut sebagai Garuda Pancasila. Ada yang menamakan sebagai Lambang Garuda, Burung Garuda atau cukup dengan sebutan Garuda saja.

Kesimpangsiuran pemberian nama ini berakhir pada tanggal 18 Agustus 2 Agustus 2000 ketika MPR melakukan amandemen kedua terhadap UUD 1945 dengan mensahkan sebutan Garuda Pancasila sebagai nama lambang negara.

Demikian sekilas tentang sejarah singkat lambang negara Indonesia yang sebelum menemui sebutan final Garuda Pancaila harus melalui jalan yang cukup panjang. Semoga artikel ini bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Gambar Titik Refleksi untuk Memperlancar Haid
Sebelumnya: Sejarah KRI Macan Tutul
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar