Sejarah Sistem Mata Uang Dunia


Sejarah sistem mata uang dunia dimulai sejak berakhirnya zaman prasejarah. Sebagai alat pembayaran resmi, uang telah menjadi salah satu unsur terpenting dalam jalannya sebuah proses kehidupan ekonomi yang dijalani manusia dewasa ini.

Dalam perkembangannya pula, setiap mata uang memiliki nilai satuan yang berbeda-beda, namun tetap memiliki fungsi utama sebagai alat tukar yang sah.

Uang sebagai alat pembayaran yang resmi sebelumnya tidak dikenal penggunaannya sebelum zaman modern muncul. Manusia-manusia prasejarah menggunakan alat tukar berupa barang milik mereka dalam proses jual beli.

Sistem barter inilah yang kemudian lambat laun memunculkan masalah dalam sistem perekonomian pada saat itu. Ketidakseimbangan antara barang yang ditukarkan menyebabkan adanya perbedaan nilai dari kegiatan jual beli yang terjadi pada saat itu. Hingga akhirnya, muncullah sebuah ide untuk menciptakan satu alat barter yang disebut uang.

Awalnya, manusia hanya mengenal adanya uang logam sebagai alat pembayaran yang sah. Uang logam yang digunakan dalam kegiatan jual beli pada saat itu mempunyai bentuk yang beraneka ragam.

Pemilihan bahan dasar logam dalam pembuatan uang pada saat itu dikarenakan logam dianggap sebagai barang yang mempunyai nilai serta mudah dalam membuat pola dan bentuknya.

Di Indonesia sendiri, mata uang yang ditetapkan secara resmi disebut rupiah. Rupiah resmi menjadi mata uang Indonesia sejak tahun 1949. Saat ini, rupiah memiliki pecahan mulai dari 100 hingga 100.000 rupiah.

Saat ini, tengah diusahakan meredenominasi nilai pecahan mata uang rupiah agar lebih efisien sebagai alat tukar yang sah, terutama untuk transaksi keuangan dalam jumlah yang besar.

Dalam perkembangan sejarah sistem mata uangĀ  dunia, uang logam dianggap kurang efisien dari segi nilai maupun jumlahnya. Hal ini kemudian memunculkan uang kertas yang dianggap lebih baik penggunaannya sebagai alat pembayaran yang sah, karena nominalnya lebih tinggi dan mudah untuk dibawa ke mana saja. Saat ini, kita juga mengenal sistem pembayaran yang lebih canggih dan tidak menggunakan sistem mata uang konvensional.

Dalam bertransaksi, orang-orang dapat menggunakan cek maupun deposito. Dalam sistem keuangan dunia, dolar AS ditetapkan sebagai mata uang dunia yang dapat dipakai dalam perdagangan internasional.

Selanjutnya : Mendaftar di Sekolah Penerbangan Pilot
Sebelumnya: Sejarah Peninggalan Belanda di Yogyakarta
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar