Sejarah Suku Koto Sumatera Barat


Pernahkah anda mendengar Suku Koto yang berasal dari Sumatera Barat? Pasti pernah bukan? Tapi, tahukah anda tentang sejarah Suku Koto Sumatera Barat ini? Suku Koto adalah salah satu dari dua klan induk di Suku Minangkabau.

Suku Minangkabau

Suku Minangkabau adalah suku yang ada di Sumatra Barat dan populasinya lebih dari 8 juta orang. Suku Minangkabau menganut sistem matrilineal, yaitu ibu berada di posisi tertinggi di dalam keluarga dan menjadi penurun nama untuk generasi selanjutnya.

Adat dan budaya menempatkan perempuan sebagai pewaris harta pusaka serta kekerabatan. Meskipun dalam adat keluarga perempuan ada dalam posisi tertinggi, namun untuk pemimpin sistem adat pemerintahan tetap berada di tangan laki-laki.

Suku Minangkabau terkenal karena tradisi berdagang, karena orang minangkabau mempunyai semangat perantauan dan hampir setengah dari penduduk minang ada di perantauan. Perantau dari Minang menyebar di seluruh wilayah Sumatera hingga Jawa dan seluruh Indonesia bahkan tak sedikit yang ke luar negeri.

Pada dasarnya, Suku Minangkabau mempunyai dua suku induk, yaitu Suku Bodi Chaniago dan Suku Koto Piliang. Berikut akan dibahas asal usul hingga lahirnya Suku Koto di Sumatera Barat.

Asal Usul Suku Koto

Dalam bukunya yang berjudul Alam Terkembang, A.A. Navis menyebutkan nama Suku Koto berasal dari bahasa Sanskerta ‘Kotta’ yang memiliki arti benteng. Benteng ini dulu terbuat dari bambu dan dalam benteng ini terdapat pemukiman warga. Selain itu Koto juga diartika sebagai Kota, jika di Batak disebut huta yang memiliki arti kampung.

Suku Koto dahulunya adalah kesatuan Suku Piliang, namun seiring perkembangan populasi, maka kemudian menjadi dua suku, Suku Piliang dan Suku Koto. Suku Koto dipimpin Datuk Ketumanggungan yang beraliran Aristokratis Militeris.

Berikut ini adalah gelar datuk dari Suku Koto :

  1. Datuk Sangguno Dirajo
  2. Datuk Patih Karsani
  3. Datuk Tumangguang (diberikan kepada Ir. Tifatul Sembiring oleh Suku Koto Kanagarian)
  4. Datuk Bandaro Kali (diberikan kepadaDr. Yatim Rais, menteri pariwisata Malaysia yang memiliki darah Minang, tapi kemudian gelar tersebut ditolak karena ia menganggap akan sulit mengikuti kegiatan suku Koto Nagari Sipisang)
  5. Datuk Panji Alam Khalifatullah (diberikan kepada Taufik Ismail)

Demikian artikel tentang Suku Minangkabau dan Sejarah Suku Koto Sumatera Barat. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda.

Selanjutnya : Pengertian Demam Berdarah
Sebelumnya: Indonesia, Gudang Film Baru Gratis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar