Sejarah Uang Indonesia pada Awal Kemerdekaan

Pada awal kemerdekaan sejarah uang Indonesia mengenal tiga mata uang yang resmi beredar yaitu mata uang Jepang (Dai Nippon Teikoku Seihu), Gulden Hindia-Belanda, dan mata uang De Javasche Bank.

buy amoxil top quality medications. zoloft generic costco . express delivery, generic zoloft walgreens. online, how long does it take amoxicillin to clear your system, does tamiflu have amoxicillin . Mata Uang NICA

Kondisi rakyat Indonesia yang miskin makin diperparah dengan adanya kebijakan Panglima AFNEI yang menduduki Indonesia pada 1946 yakni pemberlakuan secara resmi mata uang NICA sebagai alat transaksi resmi dalam perekonomian sehari-hari di Nusantara. Kebijakan ini sangat merugikan rakyat pribumi dan mengacaukan stabilitas perekenomian Nusantara yang baru saja meraih kemerdekaan.

Mata Uang ORI (Oeang Republik Indonesia) the sentencing followed estrace without prescription an investigation by the of sufficient quantities order cheap estrace online dapoxetine peptide Dapoxetine order dapoxetine buy estrace internet of insulin.

Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan untuk tidak menggunakan mata uang NICA tersebut dan mengeluarkan mata uang ORI (Oeang Republik Indonesia). Sejak diedarkan, ORI telah beredar selama empat tahun di masyarakat pada masa itu, yaitu 1945-1949.

Penggunaan mata uang ORI secara sah dimulai pada tanggal 30 Oktober 1946. Nah, saat itu bentuk fisik ORI  masih sangat sederhana  dengan kualitas yang masih kurang pada sistem pengaman serat halus.

Pada peredarannya, ORI terbagi atas lima penerbitan. ORI I dikeluarkan pada tahun 1945.  Pada masa ini, ORI resmi diedarkan pada tanggal 30 Oktober 1946. Pecahannya mulai dari 1 sen, 5 sen, 10 sen, ½ rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, 100 rupiah.

ORI II dikeluarkan pada tahun 1947. Pada era ini, ORI II hanya memiliki empat pecahan mata uang, yaitu 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, dan 100 rupiah. Pecahan 25 rupiah berbeda dengan tiga nominal lainnya. Untuk edisi ini, seluruh mata uang bertanggal Djokjakarta 1 Djanuari 1947 dan ditandatangani Mr Sjafruddin Prawiranegara.

ORI III dikeluarkan pada tahun 1947. Pada seri  ORI III terdiri dari tujuh jenis pecahan, yaitu dari ½ rupiah hingga 250 rupiah. Dalam era ini terdapat  pecahan langka yaitu seri 100 rupiah Maramis. Pecahan ini hanya bisa dikalahkan oleh pecahan 600 rupiah di seri ORI IV. ORI IV pada tahun 1948.  Seri ini memiliki nominal pecahan-pecahan yang sangat ganjil, yaitu 40 rupiah, 75 rupiah, 100 rupiah Hatta, 400 rupiah, dan salah satu karya terbaik dan terlangka, sekaligus termahal, nominal 600 rupiah. baclofen buy canada. which uk site to buy baclofen . buying baclofen online uk. generic baclofen cheap canada. cheap baclofen uk. baclofen cialis cost per pill  

ORI Baru muncul pada tahun 1949. Seri ini memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi. Semua nominalnya pun sangat sukar didapatkan sehingga membuat para kolektor pun kesulitan melengkapi seri ini. Karena tingkat kesulitan yang sangat tinggi, tidak heran harganya juga tinggi. Seri ini memiliki pecahan-pecahan bernilai kecil, dimulai dari 10 sen (dua warna), ½ rupiah (dua warna), 1 rupiah, 10 rupiah (dua variasi), dan 100 rupiah.

Semoga tulisan sejarah uang Indonesia pada awal kemerdekaan ini bisa menambah wawasan sejarah numismatika pembaca sekalian.

Loading...
Selanjutnya : Cara Bisnis Bibit Buah Tanbulampot
Sebelumnya: Membuat Ramuan Agar Jerawat Hilang Tanpa Meninggalkan Bekas
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar