Dunia Gulita Tanpa Unsur Renium

Apakah pernah terpikirkan mengapa bola lampu bercahaya, lampu kamera bisa berpijar, kontak listrik dapat tahan lama, serta  perabotan listrik lainnya bisa menyala? Semua peralatan tersebut dialiri panas yang dihasilkan listrik bersuhu mencapai 2200oC secara terus menerus. Pekerjaan hebat perabotan listrik tersebut ternyata tidak lepas dari sejarah unsur Renium.

Renium adalah suatu logam transisi berbentuk padat berwarna perak keabuan yang memiliki kerapatan sama dengan platinum, iridium, dan osmonium. Namun, titik cair renium hanya bisa disejajarkan dengan tungsten dan karbo.

Loading...

Unsur renium memiliki daya rentang dan elastisitas cukup tinggi. Daya tahannya terhadap korosi akibat percikan api pun tak kalah tinggi. Hal ini menyebabkan renium  digunakan sebagai kawat yang bisa dialiri listrik untuk diubah menjadi panas dan cahaya.

Renium berbentuk bubuk dan dapat dipadatkan dengan penekanan dan resistance-sintering (proses metalurgi bubuk dengan menggunakan perlakuan suhu tinggi yang bersifat karakteristik) dalam udara vakum atau hidrogen. Hasilnya adalah bentuk padat yang bisa meningkatkan kerapatan logam hingga 90%. Unsur ini dapat didinginkan dan dipanaskan, mudah ditempa, dapat diikat, digulung, dan dibentuk menjadi gulungan kawat.

Renium adalah unsur kimia dengan nomor atom 75 dalam tabel periodik dan berlambang Re. Renium ditemukan ketika  Beg, Noddack, dan Tacke mendeteksi adanya unsur baru dalam biji platinum dan kolumbit. Mereka juga menemukan unsur yang sama pada gadolinit dan molibdenit. Ini terjadi pada tahun 1925. Tiga tahun kemudian tepatnya 1928 mereka berhasil memisahkan satu gram Renium setelah mengolah 660 kilogram molibdenit.

Setelah itu pencarian sumber penghasil Renium diperluas karena unsur ini bukan sebagai senyawa dalam mineral tertentu di alam bebas. Pencarian tersebut menguak fakta bahwa unsur Renium juga terdapat di kerak bumi walaupun kandungannya hanya 0,001 ppm.

Produksi Renium secara komersil dilakukan oleh Amerika Serikat dengan mengambil kerak di cerobong pengolahan molibden dalam penambangan bijih tembaga-sulfida di sekitar Miami, Arizona, dan di Utah. Cara tersebut mampu menghasilkan Renium sebanyak 0,002% hingga 0,2% per kilogramnya.

Sementara itu perusahaan Free World di Amerika Serikat mereduksi ammonium perrhentat dengan hidrogen pada suhu tinggi. Dengan metode itu perusahaan tersebut bisa memproduksi 3.500 ton. Tingkat kesukaran pencarian tinggi membuat Renium sebagai salah satu dari sepuluh logam paling mahal di dunia. Dan dunia akan gelap gulita tanpa sejarah unsur Renium.

Loading...
Selanjutnya : Cara Meresensi Sebuah Novel
Sebelumnya: Cara Menghilangkan Asam Lambung
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar