Senjata Tradisional Batak


Senjata tradisional batak adalah piso gaja dompak. Senjata tradisional dari Batak, Sumatera Utara, yang satu ini terkenal dengan mitos dan nilai budayanya. Jika kita berbicara mengenai piso raja dompak, kita tidak akan pernah bisa lepas dari kebudayaan kerajaan yang ada di Batak.

Sejarah Piso Raja Dompak

Menurut catatan sejarah, masih belum diketahui secara pasti kapan senjata ini resmi menjadi senjata tradisional yang digunakan oleh Kerajaan Batak. Namun, dalam kepercayaan masyarakat, kisah ini dimulai dari Bona ni Onan yang merupakan putra sulung dari Raja Sinambela.

Dikisahkan bahwa Bona Ni Onan mengadakan perjalanan yang jauh. Ketika pulang ke rumahnya didapatinya bahwa istrinya. Boru Borbor sedang dalam keadaan hamil tua. Mendapati istrinya sedang hamil tua, Bona Ni Onan tidak percaya bahwa anak yang dikandung istrinya tersebut adalah anaknya.

Hingga suatu saat dia bermimpi bahwa anaknya kelak akan menjadi raja dan merupakan titisan dari Bhatara Guru. Hal inipun diceritakan kepada istrinya dan istrinya menceritakan perihal keanehan yang dialaminya itu.

Ketika mandi di sebuah hutan rimba, tiba-tiba datang secercah cahaya masuk ke dalam tubuhnya dan ada suara gemuruh. Ketika itu, dia tahu bahwa dirinya sedang hamil. Akhirnya, Bona Ni Onan pun percaya bahwa anaknya adalah titisan dari Bhatara Guru.

Berbagai keajaiban pun terjadi seputar kehamilan tersebut. Istrinya hamil selama 19 bulan. Berbagai keajaiban lain pun terjadi pada masa anak-anak hingga dewasa. Anak tersebut diberi nama Manghuntal yang berarti gemuruh.

Hingga suatu saat, Manghuntal pergi menemui Raja Mahasaksi bernama Raja Uti. Ketika ditemui, raja tersebut tidak ada. Namun, nasib baik bersama Manghuntal dan bertemulah Manghuntal dengan Raja Uti yang memiliki wajah babi.

Manghuntal meminta gajah putih, tetapi ia diberi seekor gajah dan sebuah piso gaja dampok oleh Raja Uti. Mebelumnya manghuntal harus memenuhi syarat dan syarat tersebut dipenuhi.

Bentuk Piso Raja Dompak

Bentuk piso gaja dompak hampir sama dengan golok. Hanya saja memiliki bentuk yang ramping dan berujung runcing. Tidak hanya itu, senjata ini juga memiliki ukiran gajah yang dianggap berkaitan dengan asal mula senjata ini didapatkan.

Ujung yang runcing memiliki filosofi bahwa seorang batak harus memiliki pemikiran yang tajam sebagaimana piso ini. Pemikiran yang tajam dan berwawasan luas dalam menghadapi setiap masalah dan selalu mendiskusikan setiap masalah secara bersama.

Demikian cerita piso gaja dampok yang merupakan senjata tradisional batak. Senjata ini hanya digunakan oleh para raja dan pembesar saja. Pun masih ada kepercayaan bahwa hanya mereka yang sakti saja yang bisa memilikinya.

Selanjutnya : Jenis dan Kegunaan Batuan Serpih Sedimen
Sebelumnya: Para Pahlawan pada Gambar Uang Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar