Nganjuk, Sentra Penghasil Bawang Merah Jatim

Bawang merah tanpa dipungkiri lagi merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar bagi Indonesia. Dengan luas daerah tanam bawang merah sekitar 103 ribu hektar, Indonesia memiliki beberapa sentra produksi bawang merah yang tersebar di seluruh pelosok negri. Khusus untuk provinsi Jawa Timur, sentra penghasil bawang merah berada di daerah Nganjuk, Probolinggo, Pamekasan, Malang dan Bondowoso. Bagaimanakah Karakteristik Nganjuk, sentra penghasil bawang merah Jatim ini? Simaklah keterangan di bawah ini.

Nganjuk, Produsen Penghasil Bawang Merah Kedua Nasional

Loading...

Nganjuk telah lama dikenal menjadi produsen bawang merah. Lima kecamatannya dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah : Bogor, Wilangan, Sukomoro, Rejoso dan Gondang. Oleh karenanya, bawang merah telah menjadi urat nadi bagi para petani Nganjuk, yang merupakan mayoritas sumber mata pencaharian bagi warga Nganjuk, Jawa Timur. Petani di daerah ini menganut sistem dua kali tanam dalam setahun., yaitu tanam bulan juni dan panen bulan September, dan tanam bulan desember panen bulan maret.

Sebagai sentra penghasil bawang merah, Nganjuk sudah memiliki pusat kegiatan perekonomian tersendiri khusus bagi bawang merah. Salah satunya adalah adanya pasar yang khusus memperdagangkan bawang merah yang buka tiap hari. Pasar ini memungkinkannya bertemunya langsung pembeli, baik yang eceran maupun grosir dengan penjualnya langsung. Walaupun praktek tengkulak masih dirasakan cukup dominan, namun diharapkan kelak para petani bawang merah yang tidak hanya berasal dari daerah Nganjuk ini kelak bisa menjual hasil panennya langsung kepada konsumen.

Bawang Merah,Tulang Punggung Masyarakat Nganjuk

Memproduksi bawang merah telah menjadi usaha turun menurun warga Nganjuk, sentra penghasil bawang merah Jatim ini. Bukan hanya unsure loyalitas pada bawang merah semata, namun juga menjadi penghasil bawang merah sudah terbukti menjadi tonggak perekonomian keluarga sejak dahulu kala. Betapa tidak,bawang merah sebagai salah satu rempah esensial untuk memasak, tidak pernah mengalami penurunan harga yang mencolok. Bahkan kerap harga bawang merah melonjak tinggi, yang tentu saja menguntungkan para petani.

Dalam setiap hektarnya, para petani mendapat untung kurang lebih 45 sampai 80 juta per musim tanam. Yang berarti mereka mengantongi penghasilan bersih sekitar 16 sampai 27 juta per bulan. tentu saja jumlah di atas merupakan jumlah yang fantastis bagi petani apapun. Oleh karenanya, dapat dimengerti mengapa Nganjuk sampai saat ini tetap menjadi sentra penghasil bawang merah terbesar.

Demikian sekelumit mengenai Nganjuk, sentra penghasil bawang merah Jatim ini. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Mengobati Penyakit dengan Gejala Tangan dan Telapak Tangan Membengkak
Sebelumnya: Sistem Belajar Bahasa Inggris di Pare Jawa Timur
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar