Apakah Sewu Kutho Termasuk Jenis Lagu?

Sewu Kutho termasuk jenis lagu? Semua orang mengira pasti sewu kutho berada dalam jajaran musik campursari. Itu memang betul, namun sebenarnya lagu ini merupakan pengemangan dari musik keroncong sehingga lagu sewu kutho termasuk dalam bagian musik keroncong seperti halnya musik campursari lain.

Keroncong merupakan musik Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan musik dari Portugis. Banyak sekali seniman keroncong Indonesia yang menjadi legenda. Yang paling terkenal adalah Gesang. Maestro keroncong ini sangat populer lewat tembangnya yang berjudul Bengawan Solo.

Ciri-ciri Musik Keroncong

Bahkan lagu legendaris tersebut juga turut dinyanyikan oleh warga negara asing yang belajar kebudayaan Indonesia lewat pertunjukan sindennya. Musik keroncong yang memiliki irama khas dan unik hingga saat ini masih diminati banyak kalangan tak terkecuali anak muda. Ciri-ciri musik keroncong yaitu:

  1. Menggunakan birama 4/4.
  2. Bentuk lagu keroncong memiliki liku ABC.
  3. Harmoninya terbatas dan kurang improvisasi.
  4. Syair lagunya terdiri dari 7 kalimat masing-masing kalimat memiliki 4 birama.

Semakin berkembangnya zaman, musik keroncong mulai menggunakan alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan dan seruling. Perpaduan musik keroncong dengan berbagai alat musik tradisional Indonesia telah melahirkan aliran musik baru yang merupakan perkembangan dari keroncong yaitu campursari.

Didi Kempot

Penyanyi campursari yang terkenal yaitu Didi Kempot yang mempopulerkan lagunya berjudul Sewu Kutho. Semua ornag tahu kalau Sewu Kutho termasuk jenis lagu campursari walaupun masih banyak yang bertanya sewu kutho termasuk jenis lagu? Kemunculan Didi Kempot menampilkan lagu campursari ini semakin mengangkat eksistensi musik campursari sebagai kebudayaan Jawa. Semua orang bisa menyanyikan campursari meskipun orang itu tidak berasal dari Jawa.

Sewu kutho uwis tak liwati

Sewu ati tak takoni

Nanging kabeh

Podho rangerteni

Lungamu neng endi

Pirang taun aku nggoleki

Semene rung biso nemoni

…………………………………………..

Itulah sepenggal lagu Didi Kempot yang telah populer karena lagunya yang berjudul sewu kutho. Sebenarnya musik campursari terbilang jenis musik baru yang merupakan perkembangan dari keroncong. Campursari ini berkembang sekitar tahun 1980-1990an. Namun campursari ini mulai diperkenalkan oleh pelopor campursari bernama Manthous pada tahun 1968. Ia menggabungkan alat musik gamelan dengan keroncong sehingga muncul musik baru beraliran campursari.

Pada zaman dulu musik campursari memang identik dengan Manthous karena ia yang telah mengembangkan dan memperkenalkan campursari kepada masyarakat. Namun sekarang adalah era Didi Kempot dimana campursari mulai diaransemen dengan musik modern. Bahkan berpadu dengan musik pop, dangdut, sampai rock. Nah, sudah tidak ragu lagi, kan. Apakah Sewu Kutho termasuk jenis lagu?

Loading...
Selanjutnya : Kekuatan dan Keunggulan Ban Yokohama yang Ramah Lingkungan
Sebelumnya: Wanita Scorpio dan Emosinya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar