Siapa Firaun di Zaman Nabi Musa?


Sering menjadi pertanyaan siapa Firaun di zaman Nabi Musa. Firaun sebenarnya adalah gelar kerajaan yang dianugerahkan pada penguasa dalam hal ini adalah raja-raja Mesir Kuno. Sejarah asal mula nama Firaun ini adalah sebuah istana yang menjadi tempat tinggal raja tetapi seiring dengan berkembangnya zaman kemudian nama itu diberikan sebagai kehormatan untuk raja-raja Mesir Kuno.

Piramida yang pada hari ini kita lihat di Mesir adalah merupakan peninggalan Firaun, peninggalan piramida tersebut mulai dari Raja Menes yang menjadi pendiri yang mampu mempersatukan Mesir mulai dari Mesir hulu sampai dengan hilir. Raja Menes merupakan tonggak kejayaan Mesir pada saat ini sampai akhirnya Mesir dikalahkan oleh raja-raja Persia.

Raja yang Mendapat Gelar Firaun

Untuk mengetahui siapa Firaun pada zaman Nabi Musa maka dilakukan banyak penelitian siapakah Firaun itu sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa raja-raja Mesir yang mendapat gelar Firaun tersebut diantaranya adalah:

  1. Ahmose I (1550 SM – 1525 SM)
  2. Thutmose I (1506 SM – 1493 SM)
  3. Thutmose II (1494 SM – 1479 SM)
  4. Thutmose III (1479 SM – 1425 SM)
  5. Amenhotep II (1427 SM – 1401 SM)
  6. Amenhotep IV(1352 SM – 1336 SM)
  7. Horemheb (sekitar 1319 SM – 1292 SM)
  8. Ramesses I (sekitar 1292 SM – 1290 SM)
  9. Seti I (sekitar 1290 SM – 1279 SM)
  10. Ramesses II (1279 SM – 1213 SM)
  11. Merneptah (1213 SM – 1203 SM)
  12. Amenmesse (1203 SM – 1199 SM)
  13. Setnakhte (1190 SM – 1186 SM)

Hasil penelitian dari beberapa orang sejarawan menghasilkan kesimpulan bahwa Firaun pada zaman Nabi Musa adalah Firaun yang berkuasa pada Dinasti ke-18. Adapun Dinasti ke-18 meliputi Thutmose I (1506 SM – 1493 SM), Thutmose II (1494 SM – 1479 SM), pada saat itu ternyata ada juga Firaun wanita yang berkuassa yaitu Ratu Hatsepsut (1479 SM -1458 SM) baru yang terakhir adalah Thutmose III (1479 SM-1425 SM).

Sekarang sudah jelas apa yang menjadi pertanyaan siapa Firaun di zaman Nabi Musa sehingga kita tidak salah mengartikan nama Firaun tersebut karena Firaun hanyalah merupakan gelar kerajaan sedangkan Firaun itu sendiri memiliki nama setiap generasinya adalah berbeda. Merekalah yang pada saat itu memimpin kerajaan Mesir.

Selanjutnya : Nilai Agama pada Unsur Ekstrinsik Prosa
Sebelumnya: Sekilas Tentang Pankreas Enzim Pepsin
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar