Sikap Sesama Muslim Terhadap Tolong-Menolong


Sikap sesama muslim terhadap tolong-menolong sudah jelas tertulis dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa kita harus tolong-menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Tolong-menolong dalam kebaikan ini mencakup seluruh perbuatan yang mengandung nilai kebaikan.

Muslim adalah orang yang beragama Islam. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya walaupun tidak memiliki hubungan darah. Rasulullah pernah bersabda bahwa seorang muslim dengan muslim lainnya bersaudara. Dan di satu kesempatan Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak sempurna iman seseorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya (sesama Islam) sebagaimana dia mencintai dirinya. Salah satu tanda persaudaraan sesama muslim adalah saling tolong-menolong.

Perbuatan yang mengandung kabaikan tentu saja sangat banyak yang kita sendiri pasti tahu mana yang baik dan tidak baik. Selain itu, tolong-menolong juga adalah tolong-menolong dalam ketakwaan, seperti mengingatkan waktu salat, mengajarkan bacaan salat, mengajarkan doa-doa, berinfak sedekah  atau mengajarkan membaca Al-Qur’an. Masih banyak lagi contoh tolong-menolong dalam ketakwaan lainnya.

Jadi walaupun kita memang diperintahkan untuk melakukan tolong-menolong namun ternyata dalam tolong-menolong itu ada batasan dan aturannya. Oleh karenanya, kita harus membantu sesama muslim selama tidak melanggar ajaran Islam, tidak melenceng dari aturan agama dan tidak membawa pada jalan yang salah.

Kita juga tidak dibolehkan untuk tolong-menolong dalam perbuatan yang haram dan perbuatan yang mungkar. Tidak dibolehkan pula tolong-menolong dalam kemaksiatan. Misalnya kita membantu orang untuk membelikan minuman keras, atau kita membantu orang untuk berbuat kemusyrikan, atau kita membantu orang untuk berbuat maksiat. Bantuan tersebut jelas tidak dibolehkan.

Demikianlah sikap sesama muslim terhadap tolong-menolong. Antara sesama muslin harus memiliki sifat membantu baik diminta ataupun tidak diminta. Salah satu caranya adalah dengan memerhatikan tetangga kita terlebih dahulu. Jika tetangga kita berkekurangan maka kita bisa membantu tetangga semampu kita.

Sebenarnya agama Islam tidak hanya memerintahkan untuk bersikap tolong-menolong kepada sesama umat Islam saja. kepada orang yang berbeda agama dengan kita juga harus berbuat kebaikan. Hanya saja kebaikan tersebut tidak mengarah kepada agama yang dianut. Jangan ada pemaksaan agama tersembunyi dibalik sikap menolong kita. Kalaupun memang pada akhirnya mereka mendapatkan hidayah pada agama Islam maka itu karena keyakinan pribadinya bukan paksaan.

Selanjutnya : Sinar Matahari dan Iklim
Sebelumnya: Tari Tifa Mungare, Simbol Kebudayaan Maluku
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar