Sistem Parlementer adalah Ciri Pemerintahan Demokrasi Liberal


Sistem parlementer adalah ciri dari pemerintahan republik, monarki yang menerapkan asas demokrasi liberal. Penganut sistem parlementer adalah negara-negara Eropa, seperti Inggris, Belgia, selain itu ada Belanda dan Jerman.   Selain itu juga Australia dan Canada.

Inilah sistem pemerintahan yang diagung-agungkan oleh bangsa barat. Pada sistem ini negara tak berhak mengontrol kebebasan masyarakatnya.

Pengertian Parlementer

Pada sistem ini parlementer mempunyai fungsi dan peranan yang cukup penting dalam keputusan pemerintah dan politik.

Negara yang menganut pemerintahan parlementer, biasanya negara-negara monarki absolute. Raja hanya menjadi pemimpin negara dengan deskripsi kerja lebih terbatas. Sedangkan, perdana menteri sebagai pemimpin pemerintah, memiliki kewenangan mengurusi segala kebijakan pemerintah, meliputi sektor ekonomi, keputusan dan sikap politik luar negeri, pajak, dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri Sistem Parlementer

• PM sebagai Kepala Pemerintah

Negara yang menganut parlementer mengangkat seorang Pardana Menteri untuk mengepalai pemerintahannya. Sedangkan raja atau ratu atau presiden mengepalai negara. Pemilihan perdana menteri dilakukan dengan cara menggelar pemilihan umum (pemilu). Untuk membantu kinerja Perdana Menteri mengurusi pemerintahan, ia memilih dan mengangkat menteri.

• Wewenang Eksekutif Lebih Luas

Eksekutif bisa memberhentikan perdana menteri kapan saja, jika kinerja perdana menteri tak sesuai dengan harapan. Jadi belum tentu satu periode kepemerintahan bisa berjalan mulus.

• Eksekutif Sangat Bertanggung Jawab terhadap Legislatif

Kinerja Pihak eksekutif  bertanggung jawab terhadap legislatif. Semua kinerja dan program kerja harus dilaporkan kepada legislatif. Demikian juga para menteri yang ditunjuk oleh pemimpin pemerintah, semua bertanggung jawab terhadap legislatif.

Plus Minus Sistem Parlementer

Walaupun menurut pandangan masyarakat  sistem parlementer adalah bentuk demokrasi yang ideal, namun semua tak terlepas dari penilain plus minus terhadap sistem pemerintahan gaya kapitalisme ini.

Berikut ini sejumlah kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan parlementer:

• Kecepatan Pembuatan Keputusan dan Kebijakan Pemerintah

Pada sistem ini hubungan antara eksekutif dan legislatif cukup dekat. Sehingga, setiap kebijakan negara dan keputusan pemerintah begitu cepat ditetapkan.

• Pembagian Tugas Sangat Jelas antara Legislatif dan Eksekutif

Antara legislative dan eksekutif memiliki tugas berbeda, yang sebagai mana sudah diatur oleh UU negara.

Sementara itu,  kekurangan dari sistem ini antara lain, sistem ini tak menjamin pemerintah yang berkuasa langgeng hingga masa akhir jabatan. Perdana menteri dan kabinetnya bisa digoyang oleh isu politik yang ditunggangi oleh rival politiknya. Dengan kata lain sistem parlementer adalah kekuasaan yang penuh risiko.

Selanjutnya : Dampak Narkoba terhadap Kesehatan Fisik dan Mental
Sebelumnya: Adat Istiadat Khas Sunda
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar