Solusi Mengatasi Limbah Industri


Solusi mengatasi limbah industri menjadi masalah penting dalam dunia industri saat ini, baik itu industri besar, menengah, maupun kecil. Sejauh ini, industri besar lebih baik dalam penanganan masalah limbah dengan memiliki unit pengelolaan limbah ketimbang industri menengah dan kecil karena kedua jenis industri terakhir memiliki kendala dalam biaya operasional penanganan limbah.

Limbah Cair

Dari beberapa jenis limbah industri, limbah yang paling sulit ditangani dan menimbulkan kerusakan adalah limbah cair yang diperoleh dari sumber-sumber berikut.

Pelapisan/Coating

Biasanya, industri pelapisan memakai cairan asam basa dengan kandungan sianida yang terdapat pada larutan pembilas.

Pelarutan

Pelarutan lemak dalam industri kulit mengandung silene, aseton, keton yang kemudian dibuang atau dicairkan ke dalam air.

Pewarna tekstil

Batik dan kain dalam industri tekstil akan dibilas menggunakan air, lalu akan mencemari sungai dan laut.

Banyak perusahaan yang kurang tepat menangani limbah cair, sehingga menimbulkan berbagai masalah seperti berikut.

1. Tercemarnya sungai

Sungai yang berpolutan akan menimbulkan konflik antara pihak industri dengan masyarakat karena kebanyakan sungai digunakan oleh PDAM sebagai sumber air bersih bagi warga. Warga dapat terserang kanker kulit, penyakit kulit (gatal-gatal), dan masalah pencernaan jika mengonsumsi air yang telah tercemar.

2. Pencemaran sungai dan laut oleh merkuri akan membunuh biota air dan laut

Di wilayah Papua dan Kalimantan, polusi yang disebabkan merkuri sering terjadi, lebih-lebih akibat pertambangan ilegal yang menggunakan air raksa pada penambangan emas. Binatang laut yang tercemar polusi tentu akan berbahaya pula bagi manusia yang mengonsumsinya.

Terdapat dua cara yang dapat menjadi solusi mengatasi konflik limbah industri, yaitu sebagai berikut.

1.  IPAL

IPAL adalah singkatan dari instalasi penjernihan air limbah. Saat ini, IPAL sudah menjadi keharusan dalam dunia industri atau pabrik. IPAL terdiri atas beberapa kolam untuk menjernihkan air bekas limbah menjadi air bersih yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

2. Menggunakan bahan ramah lingkungan

Cara ini menganjurkan sebisa mungkin pihak industri atau pabrik menggunakan bahan-bahan cair yang tidak terlalu berpolusi, misalnya zat pewarna pada industri tekstil bisa digantikan dengan pewarna alami karena zat yang ramah lingkungan lebih mudah dinetralisir.

Cara Pengelolaan Limbah Cair

Pengelolaan limbah cair adalah proses penghilangan unsur racun dan zat kimia berbahaya di dalam limbah cair sebelum dibuang ke sungai. Di dalam limbah sering terdapat logam, asam, alkali, sianida, dan pelarut berbahaya. Penanganan terhadap tiap unsur berbeda-beda. Misalnya, sianida dengan buang dengan proses oksidasi, asam menggunakan gas hipoklorit, logam diendapkan dengan menambahkan kapur atau kostik dan krom melalui oksidasi langsung dan pengendapan hidrazin.

Demikian solusi mengatasi limbah industri.

Selanjutnya : Arti Autisme Pada Anak
Sebelumnya: Kandungan Merang Padi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar