Meneladani Sosok Umar Bin Khattab sebagai Pemimpin

Sosok Umar bin Khattab sebagai pemimpin sangat layak diteladani hingga kini. Saat ini, sangat jarang sekali bahkan mungkin sudah tak ada pemimpin yang berkepribadian seperti Umar. Sejarah telah mencatat kesederhanaannya di tengah kejayaan kekuasaan yang pernah dipimpinnya. Beliau juga sosok yang mampu bersikap adil, dermawan, tegas, dan masih banyak sifat-sifat baik lainnya dari Umar sebagai pemimpin.

Umar bin Khattab sebagai Khalifah

Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan merupakan salah satu Khulafaur Rasyidin (khalifah bagi umat Islam) yang kedua. Seperti halnya para sahabat lainnya, Umar juga berasal dari kaum Jahiliyah yang memusuhi Nabi Muhammad SAW dan Islam. Bahkan, Umar pernah berusaha untuk membunuh Nabi namun tidak berhasil. Namun setelah menjadi muslim, dia meninggalkan semua perbuatan yang melanggar syariat Islam.

Pada saat kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam meluas dan berkembang pesat. Namun Umar tidak menjadi silau atas keberhasilan dan bergelimangnya harta di sekitarnya. Dia tetap memilih hidup dalam kesederhanaan. Beberapa keteladanan dari sosok Umar bin Khattab sebagai pemimpin adalah sebagai berikut.

  1. Bersikap zuhud. Sebagai pemimpin yang berjaya, Umar memilih tidak mempunyai istana yang megah. Rumahnya sangat sederhana, bahkan ia pernah menemui tamunya dari kerajaan lain hanya di bawah pohon kurma. Dia juga tak mempunyai pengawal, pakaiannya juga sederhana. Umar juga menolak menerima gaji yang lebih besar dari khalifah sebelumnya atas kejayaan yang dicapainya sebagai khalifah. Selain dia sendiri menjalani hidup dalam kesederhanaan, ia juga melarang keras anak-anaknya untuk hidup berfoya-foya.
  2. Dermawan. Umar adalah pemimpin yang mau terjun langsung menemui rakyatnya, dengan menanggalkan identitasnya sebagai khalifah dengan cara menyamar. Ketika mengetahui rakyatnya ada yang miskin, menderita dan kelaparan, ia segera memberi bantuan dengan tangannya sendiri tanpa menunjukkan identitasnya sebagai khalifah.
  3. Mau mengakui kesalahan. Ketika Umar berceramah di hadapan rakyatnya dan dia melakukan kesalahan dalam penyalahartian suatu ayat Al-Qur’an, dia dengan berani mengakui kesalahannya dan segera meminta maaf meskipun yang mengingatkannya adalah seorang rakyat kecil.

Ketegasan Umar bin Khattab terhadap Anaknya

Sebagai seorang pemimpin, Umar mempunyai kekuasaan penuh atas rakyat dan wilayah yang dipimpinnya. Namun Umar tak mau menyalahgunakan kekuasaan itu. Begitupun dalam hal hukum, dia bersikap adil terhadap siapa pun, termasuk anaknya sendiri. Ada suatu cerita, suatu saat anaknya minum khamr (minuman keras) di Mesir. Ketika Umar tahu, ia menyuruh Gubernur Mesir untuk menghukumnya dengan hukuman cambuk.

Setelah sampai di Madinah, anaknya masih dihukum cambuk karena hukumannya di Mesir diringankan (diistimewakan). Umar menghukum anaknya itu hingga mati. Demikianlah keadilan yang ditegakkan Umar dan ketegasannya kepada anaknya.

Sosok Umar bin Khattab sebagai pemimpin sungguh memberikan keteladanan yang banyak dari berbagai segi, terutama akhlaknya. Sosok Umar ketika menjadi seorang khalifah (pemimpin bagi umat Islam) nyaris sempurna dan seharusnya bisa dijadikan teladan bagi pemimpin-pemimpin di masa kini. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : 4 Tips Memotivasi Diri dalam Situasi Sulit
Sebelumnya: Spesifikasi Suzuki Sidekick Beserta Perbedaannya dengan Generasi Sebelumnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini