Strategi Belajar Sekolah Dasar–Menjadikan Pelajaran Menyenangkan


 

Bagi sebagian anak, saat bersekolah dianggap hal yang tidak menyenangkan. Banyak anak yang bahkan takut datang ke sekolah karena sebal dengan pelajaran yang diberikan atau malas mengikuti pelajaran.

Di sini diperlukan strategi belajar untuk anak oleh para pengajar sekolah dasar. Menjadikan pelajaran yang menyenangkan dan tidak bersifat seakan memaksa anak untuk mengikuti pelajaran akan membuat anak betah di sekolah.

Saat anak sudah memasuki usia sekolah, orangtua biasanya akan memasukkan anak ke sekolah. Dunia sekolah tentu saja merupakan dunia baru bagi anak.

Di sana anak akan bertemu dengan pengajar, teman sekelas, dan suasana baru tidak seperti di rumah. Jika selama di rumah hanya berinteraksi dengan orangtua atau keluarga, di lingkungan sekolah anak harus dituntut bersosialisasi dengan dunia barunya.

Membantu Mempersiapkan Anak

Sebagai orangtua maupun tenaga pendidik, kita pastinya ingin selalu bisa membantu anak terutama ketika akan memasuki dunia sekolah. Anak-anak usia prasekolah sangat membutuhkan persiapan dasar yang matang untuk masuk ke bangku sekolah. Persiapan dasar strategi belajar sekolah dasar ini kelak akan membantu anak tak kaget ketika sudah berada di lingkungan sekolah.

Anak-anak usia sekolah dasar (6 hingga 12 tahun) biasanya memerlukan pengajaran yang kreatif dan lebih banyak melakukan kunjungan-kunjungan ke tempat yang menarik seperti museum atau tempat permainan sebagai sarana pengajaran.

Misalnya mendatangi museum hewan untuk mengenalkan anak tentang hewan dan habitatnya, mendatangi pusat sains untuk mengajak anak melakukan praktik langsung pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Guru yang Kreatif

Guru yang kreatif akan selalu menciptakan strategi belajar sekolah dasar bagi anak didiknya. Apalagi untuk kelas rendah (kelas 1 dan 2 sekolah dasar) yang kebanyakan masih kaget akan dunia sekolah dan masih tergantung akan kehadiran orangtuanya di sekolah.

Melakukan tarian salam sebelum masuk kelas bisa ditiru. Guru mengajak anak menyanyi sambil mengucapkan salam serta berdoa sebelum belajar. Saling menyebut nama teman dan mengatakan salam sambil menari secara sederhana. Gerakan tarian diharapkan tidak membuat capek anak ketika hendak memulai pelajaran.

Masih banyak strategi kreatif yang bisa tenaga pengajar lakukan agar kegiatan belajar jadi menyenangkan. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Universitas Farmasi Di Lampung
Sebelumnya: Contoh Presentasi Hasil Penelitian Masalah Sosial tentang Kenakalan Remaja
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar