Mengenal Sufi Sufi Terbaik Dunia

Berbagai pertanyaan mengenai asal usul sufi sufi terbaik dunia memaksa kita untuk menelisik ulang akan pengertian sufi yang harus kita ketahui sebelum mengambil sebuah kesimpulan mengenai hal ini.

Kata sufi berasal dari bahasa Yunani, yakni sophia yang berarti kebijaksanaan. Beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa kata sufi mengandung hubungan dengan pemakaian pakaian yang berasal dari wol. Sedangkan, wol sendiri dalam bahasa arab berbunyi shuf. 

Dalam kaidahnya, shuf ini yang mempunyai kaidah paling mendekati kata sufi. Sebab, para sufi memang identik dengan pakaian wol yang menjadi lambang bahwaa dirinya berlepas diri dan menjauhi kehidupan dunia. Kebanyakan mengatakan hal tersebut dimaksudkan untuk meneladani Nabi Isa as.

Perlu diketahui bahwa sufi sendiri tidak dikenal di zaman sahabat Nabi Muhammad Saw. Bahkan, tidak dikenal dalam kurun waktu tiga generasi pertamanya, yakni generasi-generasi terbaik. Aliran sufi ini lahir di Basrah, Irak. Dengan konteks kesederhanaan hidup agar mereka berhasil kembali dan bertemu dengan sang pencipta.

Konsep kesederhanaan yang dimaksud adalah tidak berlebihan dalam perkara dunia. Mengambil secukupnya saja darinya. Tidak bergelimpangan harta dan terlena karenanya. Sebagaimana diketahui bahwa kesederhanaan tersebut juga dilakukan pada zaman Nabi dan juga sahabat-sahabat yang teguh dalam ajaran agama.

Sufi ini lebih kepada memfokuskan diri dengan hal yang bersifat ketuhanan saja. Terfokus dengan terus berdzikir dan beribadah kepada Allah dan tidak berpaling pada dunia. Ideologi sufiah ini memiliki paham bahwa hakikat ketuhanan senyatanya berada di dalam jiwa-jiwa manusia.

Banyak pendapat bahwa sufi merupakan orang-orang yang memperdalam ilmu tasawuf. Ilmu tasawuf sendiri merupakan cabang ilmu di mana orang yang mendalaminya dituntun untuk bertakwa kepada Allah SWT, seperti berdzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tokoh sufi sufi terbaik dunia yang sangat terkenal di antaranya adalah Jalaluddin Rumi. Yakni, seorang pria berkelahiran Afghanistan yang banyak menghabiskan waktu untuk belajar ke banyak negara.

Selanjutnya adalah Al-Ghazali yang bernama lengkap Abu Hamid bin Muhammad al-Ghazali. Selanjutnya, Abdul Qadir Al-Jaelani yang lahir di Baghdad dan masih keturunan Nabi Muhammad Saw.

Selanjutnya : Tips Promosi Usaha Rental Komputer agar Tetap Ramai
Sebelumnya: Berbagi Info Menjadi Dokter Kecantikan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini