Sumber Hukum Zakat dalam Al Quran tentang Mengelola Zakat


Sumber hukum zakat dalam Al Quran merupakan sumber tata aturan yang harus kita patuhi sebagai umat Islam. Zakat adalah rukun Islam ke. Zakat menurut bahasa berarti tumbuh atau berkembang (HR.Tirmidzi) atau berarti membersihkan atau mensucikan (QS At-Taubah: 10) Sedang menutur istilah Islam (istilah syara) zakat berarti nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu.

Menurut sifat-sifat tertentu dan dan diberikan kepada golongan tertentu (Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawiy). Dalam Al-Quran, hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap kaum muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat selalu dikaitkan dengan Rukun Islam kedua, yaitu sholat, yang termasuk dalam (QS Al-Baqarah: 110 dan QS Al-Bayyinah: 5) karena dalam Islam selain diperintahkan untuk melakukan sholat, umat Islam juga diperintahkan untuk menunaikan zakat. Penyebutan zakat ada dalam Al-Quran:

•    Zakat (Al-Baqarah: 43)

•    Shodaqoh (At-Taubah: 104)

•    Haq (Al -An’am: 141)

Sumber-sumber zakat dibagi menjadi dua bagian. Pertama disebut dengan sumber zakat terdahulu dan yang kedua disebut sumber zakat kontemporer. Sumber zakat terdahulu ada sejak zamannya Rosulullah SAW, yang berupa zakat pertanian, zakat perdagangan, zakat emas, zakat perak, dan zakat rikaz (barang terpendam/barang temuan). Sedang sumber zakat kontemporer adalah zakat yang tidak ada pada zaman Rrosulullah, tetapi para ulama sepakat untuk memasukkannya ke dalam zakat yang harus dikeluarkan dengan jalan analogi atau qiyas kepada sumber zakat yang telah dikeluarkan pada sumber zakat zaman Rosulullah.

Seperti, zakat profesi atau penghasilan, zakat simpanan, zakat saham atau obligasi, zakat undian atau kuis berhadiah, dan zakat investasi. Penghitungannya dilihat dari sumber zakat terdahulu :

a.  Zakat pertanian mencapai nisab 520 kg (5 wasaq) jika yang dihasilkan adalah makanan pokok. Jika diairi dengan air hujan yang dikeluarkan 10%, jika dengan air irigasi 5 %. Zakat ini dikeluarkan setiap panen.

b.  Zakat perdagangan. Mencapai satu tahun, dan mencapai nisab 85 gr emas dan dapat dibayar dengan uang atau barang. Zakat yang dikeluarkan 2,5%

c.   Zakat emas dan perak. Telah mencapai satu tahun, telah mencapai nisab 85gr emas murni (20 dinar) dan 672 gr perak (200 dirham). Sementara besar zakat 2,5 %

d.  Rikaz (harta terpendam/barang temuan) tanpa disyarat nishab dan haul. Besar zakat 20%. Untuk sumber zakat kontemporer, perhitungannya adalah dengan cara analogi atau qiyas dari sumber zakat yang perna ada pada zaman Rosulullah

Sumber hukum zakat dalam Al Qur’an penting kita ketahui dan pahami agar kita tidak salah dalam menentukan ketentuan-ketentuan dasar dalam penyetoran zakat dan segala hal terkait dengan zakat. Jangan sampai kita salah dalam mengelola zakat sebab kesalahan yang terjadi memberikan dampak dalam kehidupan kita di akhirat.

Selanjutnya : Penyakit yang Disebabkan oleh Air
Sebelumnya: Kutipan Favorit untuk FB
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar