Sejarah Surat Kabar Suara Merdeka


Surat kabar Suara Merdeka adalah salah satu koran yang paling tua di Indonesia. Surat kabar ini diterbitkan di Semarang lima tahun pascakemerdekaan NKRI, yaitu pada tanggal 11 Februari tahun 1950.
Lahirnya “Suara Merdeka”

Pemimpin koran ini adalah H. Hetami. Terbitnya koran ini ingin memberikan misi, yaitu memperdengarkan suara rakyat Indonesia yang saat itu baru saja menikmati kemerdekaan yang sudah didambakan sejak lama.

Suara hati serta aspirasi dari para rakyat dianggap sangat penting untuk ditampung oleh sebuah media. Sebagai ketua, H. Hetami mendapatkan bantuan modal dari ayahnya yang bernama K.H. Muhammad Idris sebesar Rp 250.000,-.

Ada alasan yang melandasi diberikannya nama koran ini sebagai Suara Merdeka setelah sebelumnya bernama Mimbar Merdeka. Pertama dibuat dengan nama Mimbar Merdeka dihitunglah jumlah huruf tersebut dan hasilnya ada 13 huruf.

Namun, sang pendiri tidak menyukai berapa pun angka ganjil. Maka dari itu, untuk membuat hurufnya menjadi genap dipikirkan nama lain pengganti Mimbar Merdeka, namun tidak boleh menghilangkan kata “merdeka”. Kemudian, akhirnya muncullah nama “Suara Merdeka”.

Saat awal diterbitkan, koran ini mengalami berbagai kendala. Beberapa alasannya adalah fasilitas serta karyawannya yang serba terbatas. Sementara koran ini diterbitkan setiap hari sebanyak empat halaman. H. Hetami merangkap dua jabatan sekaligus, yaitu pemimpin redaksi dan pemimpin perusahaan.

Surat kabar ini pertama kali diterbitkan sebanyak 5000 eksemplar dan disebarkan di Kota Solo. Kota Solo dipilih untuk mengedarkan koran ini karena merupakan kota kelahiran Bapak Hetami. Sehingga, dia sudah mengetahui karakteristik para warganya. Jumlah 5000 eksemplar dianggap sebagai suatu yang berani untuk sebuah koran baru pada saat itu.

Namun, Bapak Hetami percaya bahwa akan ada banyak orang yang ingin membaca koran tersebut. Selain itu, dia juga mendapatkan dukungan dari bagian Kesejahteraan Terr Kodam VII/Diponegoro yang berlangganan membeli koran ini setiap hari dengan jumlah 1000 eksemplar. Tentu saja koran ini mendapatkan beberapa kemudahan dalam pemasaran karenanya.

Oleh karena kesuksesaannya, koran ini mulai diterbitkan ke kota lainnya. Saat ini, surat kabar Suara Merdeka menjadi korannya para orang Jawa Tengah yang berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat Jawa Tengah.

Selanjutnya : Susu Campuran untuk Resep Minuman Panas Coffe yang Enak
Sebelumnya: Superman, Jagoan Terkuat!
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar