Ketentuan-ketentuan Surat Kuasa dan Surat Kuasa Hibah


Apa itu surat kuasa hibah? Surat kuasa merupakan surat penyerahan seluruh wewenang dari pihak tertentu kepada pihak lain. Pihak yang diberikan kuasa/wewenang dapat menjadi wakil dari pihak yang berwenang. Sementara hibah adalah suatu bentuk kesepakatan antara pihak pemberi dan penerima hibah terhadap suatu barang yang diberikan untuk kepentingan umum atau seseorang.

Bentuk perjanjian hibah dilakukan secara cuma-cuma. Ini artinya, pihak pemberi hibah menghibahkan barangnya tanpa persyaratan atau imbalan apa pun. Perjanjian ini dilakukan oleh satu pihak karena yang berhak melakukan tindakan hukum hanyalah si pemberi hibah, tanpa adanya timbal balik dari si penerima hibah.

Berikut ini adalah butir-butir perjanjian hibah.

•    Harus ada pihak pemberi dan penerima hibah.
•    Pihak penghibah memberikan barang hibahnya pada penerima hibah.
•    Hibah dilakukan dengan tanpa syarat apa pun.
•    Barang hibah tidak dapat diambil kembali.

Ada beberapa macam surat kuasa yang biasa di gunakan seperti surat kuasa untuk mengambil dokumen kependudukan, surat kuasa untuk mengambil atau membayar gaji, surat kuasa untuk penerimaan uang, surat kuasa penjuaan, surat kuasa untuk mengambil keputusan usaha, termasuk surat kuasa yang berkaitan dengan hibah.

Menurut jenisnya, surat kuasa terbagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

•    Surat kuasa umumya, yaitu surat kuasa yang bertujuan untuk menyerahkan wewenang untuk menengani segala keperluan pemberi wewenang.
•    Surat kuasa khususya, yaitu surat kuasa yang diberikan secara khusus, biasanya untuk mewakili pihak pemberi kuasa di persidangan.
•    Surat kuasa istimewa, yaitu jenis surat kuasa yang berisi penyerahan wewenang secara istimewa dengan ketentuan harus bersifat limitatif dan berbentuk akta notaris.
•    Surat kuasa perantara (agen), yaitu surat kuasa di mana pemberi wewenang mengintruksikan kepada pihak kedua agar melakukan tindakan hukum terhadap pihak ketiga.

Sementara surat kuasa hibah merupakan surat pemberian kuasa dari pihak pemberi hibah kepada pihak kedua untuk menyerahkan barang hibahnya kepada pihak penerima hibah. Pemberi hibah dapat mewakilkan pemberian barang hibahnya kepada seseorang atau pejabat yang menerima kuasa sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Ada beberapa surat kuasa hibah, di antaranya surat kuasa untuk hibah tanah, surat kuasa untuk hibah wasiat, surat kuasa hibah bangunan, dan lain-lain.

Selanjutnya : Surat Pengalaman Kerja atau Curiculum Vitae
Sebelumnya: Contoh Surat Undangan dalam Bahasa Sunda
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar