Mengenal Surat-surat Berharga dalam Kelembagaan Perbankan


Sering mendengar istilah surat berharga? Keberadaan surat berharga seringkali diidentikkan dengan lembaga perbankan (bank). Ini adalah sebentuk lembaga keuangan yang berwenang mengumpulkan uang dari masyarakat, kemudian menyalurkannya. Nah, dalam proses mengumpulkan dan menyalurkan uang tersebut, muncullah istilah surat berharga. Yuk, kita mengetahui apa saja surat-surat berharga dalam kelembagaan perbankan.

Pengertian

Surat berharga dapat diartikan sebagai sebentuk dokumen yang diterbitkan oleh suatu lembaga tertentu atau pihak penerbityang berisi perintah membayar kepada pihak pemegang surat itu. Secara bentuk fisik, surat berharga hanya berupa sepucuk surat, tetapi surat tersebut memiliki kekuatan mengikat. Konsekuensinya, pihak penerbit wajib membayarkan sejumlah uang yang tertera di dalam surat berharga ketika pemegang surat hendak mencairkannya.

Dalam tataran praktik, surat berharga tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai alat yang dapat diperjualbelikan. Surat ini berisi pemindahan hak tagih dan surat bukti atas hak tagih(surat untuk melegitimasi).Oleh karena itu, keberadaan surat berharga sering kita temui diperjualbelikan di pasar uang atau pasar modal.

Jenis Surat

Surat-surat berharga banyak jenisnya. Di antaranya adalah saham, obligasi (surat utang), sekuritas kredit,surat sanggup, kuitansi, promes atas tunjuk, commercial paper, bilyet giro, travels cheque, repurchase agreement (Repo), dan masih banyak lagi. Surat-surat tersebut diterbitkan oleh lembaga usaha (perusahaan) atau lembaga keuangan yang menjamin nilai uang di dalam surat. Surat berharga tidak hanya bisa dikeluarkan oleh lembaga-lembaga perbankan, tetapi lembaga keuangan lainnya (leasing, perusahaan asuransi).Perusahaan (lembaga usaha) yang kredibel juga dapat menerbitkannya.

Surat berharga yang dikelola oleh lembaga perbankan (bank) dapat berupatreasury bills (T-Bills) atau SBI (sertifikat Bank Indonesia), cek, sertifikat deposito, atau negotiable certificate of deposit (CD), credit card,banker’s acceptance (BA) atau wesel berjangka, bill of exchange (wesel), surat berharga pasar uang (SBPU), dan call money (interbank call money market). Kelebihan surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga perbankan adalah pada jaminannya. Surat ini lebih dapat dipercaya, terutama surat berharga yang dikeluarkan oleh bank sentral (Bank Indonesia).

Semoga dengan mengetahui pengertian dari surat berharga dan beragam jenis surat-surat berharga dalam kelembagaan perbankan, kita dapat lebih bijak memilihnya. Kita memilih berdasar kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Kita mengindahkan pertimbangan-pertimbangan dalam menginvestasikan uang.

Selanjutnya : Sisi Buruk Pada Contoh Perkara Kasus Perceraian Artis
Sebelumnya: Mengetahui Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar