Susunan Acara Akad Nikah Jawa


Dalam adat Jawa ada serangkaian acara dalam pernikahan yang disusun berupa susunan acara akad nikah Jawa. Acara dilaksanakan tiga hari. Hari pertama adalah acara siraman  yang didahului dengan sungkeman kepada orang tua, calon pengantin wanita mengungkapkan perasaannya kepada orang tua berupa ucapan permintaan maaf dan terima kasih kepada keduanya. Pada acara ini, suasana sangat mengharukan, bukan calon pengantin dan orang tua saja yang meneteskan air, melainkan kita juga yang menyaksikkan biasanya ikut terbawa emosi.  Setelah acara sungkeman, acara siraman dilakukan oleh penata rias, kedua orang tua, dan perwakilan keluarga laki-laki. Setelah acara siraman usai, ayah dan ibu berjualan dawet dan hasil penjualannya diberikan kepada putrinya untuk modal. Acara selanjutnya, memporak tumpeng. Pada acara ini, anak disuapi oleh ayahnya untuk terakhir kalinya karena besok sudah menjadi milik suaminya. Acara terakhir, menanam rambut yang dipotong saat siraman di depan rumah agar si anak tidak melupakan rumah orang tuanya.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan midodareni yaitu pihak calon pengantin pria menyerahkan berbagai perlengkapan istri dari ujung rambut hingga ujung kaki, perlengkapan make up dan alat mandi.

Hari kedua, acara dilanjutkan dengan acara inti yaitu akad nikah yang disaksikan oleh dua orang saksi dan petugas dari kantor urusan agama. Acara ini yang paling sakral karena suatu ikatan pernikahan bermula dari syahnya akad ini. Acara akad diakhiri penyerahan mahar dan pemasangan cincin kawin. Selanjutnya, acara temu temanten, mempelai wanita  dihias dengan adat jawa dimulai dengan cucuk lampah dengan membawa peralatan temu temanten. Lalu diikuti dengan acara injak telur. Acara ini melambangkan rasa hormat istri kepada suami, dilanjutkan dengan memberi air putih kepada kedua mempelai oleh ayah dan ibu. Lalu, kedua mempelai digendong oleh ayah dan dipegangi oleh ibu dan mendudukan kedua mempelai.

Acara selanjutnya adalah acara penimbangan, diikuti dengan acara kacar kucur. Acara ini melambangkan bahwa suami harus memberi nafkah lahir dan batin kepada istri. Acara dilanjutkan dengan saling menyuapi antara kedua mempelai dan acara mapak besan. Acara terakhir  dalam  acara  temu temanten adalah sungkeman kepada orang tua kedua pihak. Pada hari ketiga, acara resepsi digelar.

Demikianlah uraian mengenai susunan acara akad nikah Jawa , semoga bermanfaat bagi Anda.

Selanjutnya : Sejarah Suksesnya Mustika Ratu
Sebelumnya: Skandal Besar dan Gosip Luna Maya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar