Mengenal Syarat-syarat Khotib


Untuk bisa menjadi seorang pengisi khotbah Jum’at tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Seseorang harus mampu memenuhi syarat-syarat khotib, sebelum dirinya berdiri di depan mimbar sebelum ibadah shalat jum’at  dimulai.

Banyaknya syarat-syarat khotib ini, tidak dimaksudkan untuk mempersempit peluang seseorang untuk menjadi khotib. Namun, adanya syarat ini merupakan sebuah cara untuk menjaga kesucian dari sebuah ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah.

Syarat Menjadi Khotib

Ada beberapa syarat yang harus ada dan dimiliki seseorang ketika hendak menjadi seorang khotib. Beberapa syarat tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Suci dari hadats atau kotoran baik yang bersifat kecil atau besar. Selain itu, seorang khotib tidak boleh terkena najis yang  sifatnya tidak bisa diampuni.

2. Sebelum naik mimbar, khotib harus memeriksa diri apakah seluruh auratnya tertutup atau belum. Seorang khotib harus menutup auratnya, sebagai salah satu syarat sah untuk berkotbah.

3. Khotib haruslah seorang laki-laki karena dalam Islam, seorang perempuan tidak diperkenankan untuk bertindak sebagai khotib.

4. Apabila khotib dalam keadaan mampu, disyaratkan untuk berdiri pada saat berkotbah. Khatib hendaknya memberikan jeda antara dua kotbah yang dilakukannya dengan cara duduk sejenak. Namun, apabila karena kondisi yang tidak memungkinkan seperti karena sakit, sehingga khotib harus duduk, hal ini juga diperbolehkan.

Untuk menandai jarak antara dua kotbah, sebaiknya khotib melakukan dengan cara berdiam sejenak. Sebagai penanda bahwa waktu itu merupakan jeda dari dua kotbah.

5. Dalam menyampaikan materi kotbah Jum’at, disarankan dengan suara yang keras. Tujuannya agar apa yang disampaikan bisa didengarkan oleh seluruh jamaah sholat jum’at, minimal didengar oleh 40 orang. Namun, bila tidak mampu menyampaikan dengan suara keras, bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat pengeras suara.

6. Seorang khotib shalat Jum’at harus pula sah bila ditunjuk menjadi seorang imam shalat. Namun, khatib tidak harus otomatis menjadi imam dan bisa digantikan oleh orang lain.

7. Harus mampu membedakan mana yang menjadi sunnah haruslah menjadi sunnah dan rukun harus tetap menjadi rukun. Seorang khotib shalat jumat tidak diperbolehkan mengubah hal yang wajib dalam shalat Jum’at menjadi sebuah sunnah.

Demikian syarat-syarat khotib untuk shalat Jumat. Semoga uraian tersebut bermanfaat bagi Anda yang beragama muslim dan harus diketahui oleh setiap laki-laki muslim yang akan mengisi khotbah shalat Jumat.

Selanjutnya : Geisha adalah Wanita Penghibur
Sebelumnya: Mencari Tema yang Baik untuk Membahas Artikel
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar