Tanah Organik Banyak di Sumatra, Kalimantan, dan Papua

Tanah organik merupakan tanah yang tidak sembarang dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia. Tanah jenis ini hanya ada di daerah-daerah tertentu saja khususnya lagi daerah yang masih kaya akan pepohonannya. Penelitian membuktikan bahwa tanah organik banyak di Sumatra, Kalimantan, dan papua yaitu kawasan-kawasan yang masih terbilang lebat akan  hutannya. Ingin tahu kebenarannya, Simak terus bacaan berikut ini.

Ciri Daerah Tanah Organik

Tanah organik banyak di Sumatra, Kalimantan, dan Papua yaitu pulau-pulau yang masih terkenal dengan kawasan rawanya. Daerah-daerah yang dimaksud tepatnya ada di Pantai timur Pulau Sumatera, provinsi Papua tepatnya bagian utara daerah Merauke dan di pesisir pantai pulau Kalimantan. Semua daerah tersebut terkenal masih memiliki banyak rawa.

Tanah organik merupakan tanah di suatu wilayah yang terbentuk karena adanya tumpukan-tumpukan bekas tumbuhan yang mati seperti daun-daun yang gugur atau pohon yang tumbang dan membusuk. Jenis tanah ini juga biasa disebut dengan nama tanah gambut. Jadi, wajar saja kalau tanah organik bisa ditemukan pada daerah-daerah seperti yang disebutkan diatas karena daerah yang masih banyak hutannya lebih berpotensi memiliki tanah organik.

Tanah Gambut

Gambut adalah sebutan lain untuk tanah organik yang ada di Indonesia. Gambut sebenarnya kata serapan yang diambil dari bahasa Banjar. Nama ini mungkin hanya familiar di Indonesia saja karena setiap daerah di dunia memiliki nama tersendiri untuk menyebut tanah organik, seperti nama pocosin, bog, mire, muskeg, dan moor.

Pada dasarnya tanah organik atau gambut berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang mengalami pembusukan tidak sempurna sehingga lama-kelamaan akan membentuk tumpukan. Keadaan Ini biasanya terjadi pada area-area yang memiliki tingkat keasaman yang lebih banyak seperti kawasan rawa-rawa atau karena keberadaan anaerob di perairan setempat.

Pembentukan Tanah Organik

Pada umumnya tanah organik di suatu tempat akan terbentuk dari serpihan kecil atau besar bekas tumbuhan seperti daun, pegagan, ranting, akar ataupun bekas pepohonan yang roboh bahkan ada juga sisa binatang mati yang juga tidak sepenuhnya membusuk. Semua sisa tumbuhan dan binatang tersebut tidak membusuk dengan sempurna karena terhambat oleh kadar keasaaman atau kondisi anaerob tadi sehingga mengakibatkan terjadinya penghambatan terhadap dekomposisi karena tidak adanya oksigen.

Setiap tanah yang ada di seluruh dunia akan digolongkan kedalam tanah gambut apabila unsur-unsur didalam tanah tersebut terdiri dari bahan-bahan organik  lebih dari 30%. Berbeda halnya dengan tanah gambut yang ada di Indonesia yang memiliki kandungan bahan organiknya mencapai lebih dari 65%, 2 kali lipat dari kandungan tanah-tanah gambut yang ada di daerah lain di dunia.Tanah yang memiliki unsur organik 35%  hingga 65% tersebut biasa di kenal juga dengan nama muck.

Tanah organik yang banyak di Sumatra, kalimantan, dan papua memiliki manfaat bagi kehidupan manusia disekitarnya, diantaranya dapat menjadi sumber energi. Potensi energi yang bersumber dari tanah gambut diseluruh dunia bisa mencapai delapan miliar terajoule. Jumlah energi ini didapatkan karena Isi tanah gambut yang ada di seluruh daerah didunia mencapai 2% dari luas daratan.

Selanjutnya : Tanda Alergi Susu Formula Pada Anak-anak
Sebelumnya: Tanah Disewakan untuk Bisnis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...