Tanah yang Terjadi dari Pelapukan Batuan yang Mengandung Kuarsa

Disebut apakah tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa? Tanah merupakan lapisan permukaan bumi paling luar sehingga berfungsi sangat signifikan bagi kehidupan. Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan tanah adalah bahan induk, iklim, organisme/makhluk hidup, topografi (relief), dan waktu. Proses pembentukan tanah pada dasarnya terjadi karena pelapukan bebatuan dan perkembangan tanah. Pelapukan bebatuan merupakan proses berubahnya batu-batuan sebagai bahan induk, baik karena proses fisika, kimia, maupun biologi. Perkembangan tanah adalah terbentuknya lapisan tanah yang meliputi horizon tanah, latosolisasi, podzolisasi.

Komponen utama tanah terdiri dari empat macam :

1. Udara         : 20 – 30 % dari bagian tanah
2. Air             : 20 – 30 % dari bagian tanah
3. Mineral         :  45 % dari bagian tanah
4. Bahan organik     :  5   %    dari bagian tanah

Mineral tanah merupakan bahan anorganik tanah yang berasal dari hasil pelapukan batuan sebagai bahan induk tanah dan terdiri dari berbagai ukuran, komposisi dan jenis mineral. Selain itu, komposisi mineral di dalam tanah sangat tergantung pada jenis batuan induk asalnya, tingkat perkembangan tanah, proses-proses (kimia, fisika, biologi) yang berperan dalam pelapukan batuan.

Proses pelapukan bebatuan menghasilkan mineral tanah yang beranekaragam dan menurut penelitian komposisi mineral batuan yang terbentuk berkaitan erat dengan komposisi mineral bahan induk. Contohnya, tanah yang terbentuk dari batuan induk yang berasal dari granit dan batuan basalt akan memiliki komposisi mineral tanah berupa kuarsa, ortoklas, mikroklin, albit, oligoklas, muskovit, dan biotit. Sementara itu, tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa disebut Podzolik. Mineral yang terdapat dalam tanah podzolik adalah kuarsa dan ortoklas, dominasi kedua mineral ini disebabkan karena sifat kedua mineral tersebut yang lebih resisten terhadap pelapukan.

Ciri-ciri tanah podzolik adalah terdapat di daerah iklim basah yang bercurah hujan 2500 – 3500 mm/tahun, berwarna merah kuning hingga kecoklatan. Meski kurang subur, karena mudah mengalami pencucian oleh air hujan, tanah podzolik masih dapat dijadikan lahan pertanian untuk tanaman tertentu, yaitu kelapa, karet, jambu mete, dan kopi. Di Indonesia tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa ini tersebar di dataran-dataran tinggi Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

Loading...
Selanjutnya : Mengenali Penyakit pada Pesawat TV Sharp
Sebelumnya: Hadits Rasulullah tentang Suami Istri
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar