Mengenal Sejarah Tanaman Kakao di Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki areal perkebunan kakao paling luas di dunia. Bahkan, perkembangan tanaman kakao semakin luas dalam kurun waktu 5 tahun belakangan. Rata–rata  setiap tahunnya, perkembangan perkebunan kakao ini mencapai 8% yang 90% di antaranya adalah perkebunan milik rakyat. Sejarah masuknya tanaman kakao di Indonesia dimulai pada tahun 1560 di Sulawesi.

Pada tahun 1825-1838, Indonesia mulai mengekspor kakao ke Manila sebanyak 92 ton. Akibat adanya serangan hama, pada tahun 1928 ekspor kakao terhenti. Sementara sebuah informasi mengatakan bahwa Ambon pernah memiliki 10.000 – 12.000 pohon kakao yang telah menghasilkan 11,6 ton. Namun kemudian, dikabarkan bahwa seluruh populasinya menghilang tanpa kabar. Sementara kakao mulai masuk di Pulau Jawa pada tahun 1880 sebagai tanaman sela di antara tanaman kopi. Saat itu, banyak tanaman kopi yang terserang hama hemileia vastastrix.

Barulah pada tahun 1888 indonesia yang saat itu ada dalam jajahan Belanda mendatangkan bibit kakao dari Venezuela. Sayangnya, hanya satu tanaman saja yang mampu bertahan saat itu. Kegagalan-kegagalan yang dialami dalam perkembangan budi daya tanaman kakao di Indonesia, membuat pemerintah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan produksi dengan jalan penggunaan bibit unggul, pengendalian HPT, peningkatan teknologi, serta pengolahan tanah yang baik.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Theobroma cacao L.  merupakan tanaman dari suku Sterculiaceae, satu-satunya yang dikembangkan secara komersial. Kakao dibedakan menjadi tiga kelompok menurut Wood, yaitu criollo, forastero, dan trinitario.

Tanaman ini memiliki sifat dimorfisme, yaitu memiliki dua bentuk tunas vegetatif ortotrop dan plagiotrop. Ortotrop adalah tunas yang tumbuhnya ke atas atau disebut juga tunas air (wiwilan), sedangkan palgiatrop adalah tunas yang tumbuh ke samping.

Tanaman kakao menghasilkan biji-biji kakao yang nantinya akan diolah menjadi bahan baku cokelat, minuman cokelat, dan bubuk cokelat. Umumnya, biji-biji cokelat kualitas terbaik akan diekspor, sedangkan yang kualitasnya rendah dipasarkan di dalam  negeri.

Demikian sekilas informasi tentang tanaman kakao di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Penyebaran dan Peninggalan Islam di Indonesia
Sebelumnya: Penyebab Bayi Batuk
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar